Gereja Penggerakan Kristus Jemaat Sahabat Kota



________


E-mail : sahabatkotatim@gmail.com

PELAYANAN GEREJA PENGGERAKAN KRISTUS SAHABAT KOTA - MEDAN

1. YAYASAN SAHABAT KOTA 

     SEKOLAH KENANGA : TK, SD, SMP (buka link)

2. PPA SAHABAT KOTA - IO 557

3. PELAYANAN LUAR KOTA

    - NIAS ( NORA SIMBOLON)

    - HUMBANGHAS - TARABINTANG ( HOTMARLIANA & TIM)

    - 

4. WIRAUSAHA 

   - SAHABAT SABLON : IG > sahabatkota.art

   - SALON KENANGA

   - SABUN

   - BAKERY 

 

Sahabatkota.art (Istagram)
Contact Person : 085296762182 (Shandy)

 

                    

 

 LINK PELAYANAN

  1. Dr. Jonathan David 
  2. Ps. Steven Agustinus >> buka link Facebook , Website
  3. All Nation Sanctuary
  4. ISAAC Network
  5. ISAAC Indonesia

 

 

- Buku Papa Djony Tambunan (ready stock)

           

 

 

Langkah-langkah memikirkan hal-hal yang dari Roh (Saat Teduh) :

1. Luangkan waktu terbaik untuk merenungkan firman saat pagi - pagi sekali karena itulah saat dimana kita tidak terburu - buru, tidak ada gangguan, dan bisa fokus.

2. Bacalah dari kalimat pertama sampai akhir dengan tidak terburu - buru. Hal ini bertujuan untuk mendapati kerangka berpikir Roh yang dituangkan oleh penulis.

3. Ulang kembali pembacaan dari awal kata sampai akhir dengan perlahan. Dan bukalah ayat - ayat firman yang dicantumkan dalam renungan tersebut.

4. Ulang kembali pembacaan dari awal kata sampai akhir dengan perlahan. Kali ini bertujuan untuk menemukan pesan firman yang menyentak/menggores batin kita.

5. Perkatakan dengan kuat sambil imajinasikan. Lakukan hal ini sampai manusia rohani kita berkobar - kobar.

6. Setelah itu biasanya akan muncul impresi atau kalimat inspirasional dalam batin dan pikiran kita.

7. Imajinasikan hal tersebut (point nomer 6) dengan detail dan perkatakan kembali sampai roh kita menyala - nyala, dan sampai tekad kita menjadi bulat untuk melakukan firman.

8. Tuliskan impresi, pemahaman, dan pengertian yang kita terima dari Roh. Bisa dimulai dari satu kalimat - satu paragraph - dan terus bertumbuh menjadi banyak paragraph.

9. Pakailah apa yang kita dapatkan serta tuliskan untuk menjadi bahan dasar perenungan firman dan memperkatakan firman tiap jamnya dalam seharian penuh aktivitas hidup kita.

Inilah yang akan membuat kita hidup memperkenan hati Tuhan dalam kesibukan kita. Perasaan dan keputusan kita sehari - hari menjadi sepenuhnya dalam kontrol dan kendali RohNya.

Saya percaya, langkah - langkah tersebut akan menolong saya untuk memikirkan hal - hal yang dari Roh!!

~Ps. Steven Agustinus~

 


 

Bahan Saat Teduh

- TAHUN 2019 -

21 - 21 April 2019

 

15 - 21 April 2019

 

 

 

 

8 - 14 April 2019

 

1 - 7 April 2019

 

 

 

 

 

25 - 31 Maret 2019

 

 

 

Sate 30 Maret

 

 

Sate 31 Maret 2019

 

 

BAHAN SAAT TEDUH 18-24 MARET 2019

 

 

 

 

 

- TAHUN 2017 -

 

Bahan Saat Teduh 25 – 01 Oktober 2017

Senin, 25 September 2017 : Jangan Hidup Sembrono (Yosua 1:8)

Yosua menerima mandat dari TUHAN untuk melanjutkan perjalanan Musa memimpin bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian. Tuhan sedang mempersiapkan Yosua untuk sebuah tugas yang besar, dan Tuhan  menghendaki Yosua berhasil dalam pangilannya.  Satu hal yang Tuhan ingatkan adalah agar Yosua “bertindak hati-hati.” Tuhan mengingatkan untuk bertindak hati-hati karena dalam tugas yang besar banyak hal yang mungkin dapat menggagalkan kita untuk menyelesaikannya.  Lawan kata dari hati-hati adalah bertindak sembrono. Orang yang sembrono tidak mempertimbangkan banyak hal/aspek dalam melangkah atau membuat keputusan. Orang yang sembrono cendrung tidak punya tujuan yang jelas (target) dan akan menuai kegagalan. Papa Jonathan David mengingatkan kita pada acara Prophetic Invasion “Tuhan sedang mempersiapkan GerejaNya untuk hal-hal besar karena itu jangan hidup sembrono.” Ini saatnya kita buang hal-hal yang sembrono.

  • Berpikir sembrono : Artinya memikirkan hal-hal yang tidak membangun kehidupan rohani, misalnya menaruh curiga, iri hati.
  • Berkata-kata sembrono : Mengeluarkan kata-kata yang tidak membangun, bahkan cendrung melukai, kata-kata yang kotor , kasar, atau bercanda mengarah kepada hal-hal yang porno, gosip ;
  • Bertindak sembrono : Melakukan tindakan tidak disiplin, membuang sampah sembarangan, meletakkan barang-barang sembarangan, mempergunakan uang dengan membeli barang yang bukan kebutuhan tapi hanya karena gaya atau ikut-ikutan. Contoh kehidupan sembrono yang sering kita temui saat ini khususnya di kalangan anak muda adalah saat orang lain berbicara atau saat mendengarkan khotbah, dia asyik membuka gadgetnya.

 

Perenungan :

  1. Jangan lagi hidup sembrono tapi tatalah hidup dimulai dari hal-hal yang kecil.
  2. Untuk menghindari hidup sembrono rindukan terus perkataan Tuhan yang membuat hidup fokus pada hal-hal yang kekal.

 Selasa, 26 September 2017 : Jika Kita Mengetahui Hidup Kita Maka Kita Tidak Akan Hidup Sembrono (1 Samuel 16:1)

Tuhan telah menetapkan kita dari semula untuk menjadi penggenap atas apa yang menjadi kehendakNya di bumi ini. Apa yang menjadi respon kita? Seorang olahragawan angkat besi akan terus menjagai tubuhnya tetap sehat dan kuat dengan pola makan yang teratur dan olahraga yang ketat karena dia tahu dia harus memastikan tubuhnya sehat dan kuat sehingga dia bisa memenangkan pertandingan. Didalam kitab Samuel diceritakan bagaimana Samuel diberi tugas oleh Tuhan untuk mengurapi Daud. Awalnya Samuel masih menolak tetapi di ayat ke 3, 1 Samuel 16 diceritakan bagaimana Samuel mengerjakan sesuai dengan perintah Tuhan. Samuel tidak akan mampu melakukannya jika Roh Tuhan tidak ada didalamnya. Disana tidak diceritakan bagaimana dia menjagai hidupnya sehingga dia mampu mengerjakan tugas tersebut namun pada akhirnya dikatakan bahwa Samuel mengerjakan sesuai dengan perintah Tuhan. Apakah kita sudah melakukan bagian kita dengan menjagai hidup kita karena ada tugas yang harus kita kerjakan dari Bapa? Hidup yang sembrono tidak akan bisa membawa kita menyelesaikan tugas. Kita harus memposisikan diri kita bahwa kita memiliki tugas oleh karena itu kita seharusnya menjagai hidup kita kita jangan sampai bocor. Kita tidak bisa hidup dengan sembrono atau sesuka hati dalam bertindak, bersikap ataupun berpikir. Bahkan dari hal sekecil apapun didalam hidup kita mulailah belajar dengan setia dan tekun menjagai hidup kita. Jika kita tahu akan tugas kita maka kita seharusnya tidak hidup sembrono.

 Ada beberapa hal yang harus kita lakukan agar kita tidak hidup semberono lagi :

  • Buang segala hal yang sembrono mulailah dari hal kecil didalam hidup kita.
  • Perhatikan tingkahblaku kita, kebiasaan kita, emosi kita.
  • Ambil posisi kita bahwabkita adalah penggenapnatas kehendakTuhan.
  • Yang paling utama ialah terimalah roh Tuhan didalam kehidupan sehingga roh itu yang memimpin kita.
  • Barjaga-jaga lah terus
  • Melatih diri didalam keakuratan.

 Renungan :

  1. Apa yang sudah saudara lakukan sejauh ini setelah saudara mengetahui bahwa ada tygas besar yang sedang saudara emban?
  2. Mulailah mengerjakan hal-hal yang tidak sembrono didalam hidup saudara mulai dari hal kecil seperti cara bicara, cara bersikap yang benar dan hal lain.

 Rabu, 27 September 2017 : Kita Dipersiapkan Untuk Tugas, Oleh Sebab Itu Kita Hidup Tidak Boleh Sembarangan (1 Sam 16:13; Roma 8 : 28)

Tuhan sedang mempersiapkan hidup kita, oleh sebab itu kita hidup tidak boleh sembrono atau sembarangan saja. Hidup kita harus ditata sedemikian agar seluruh langkah-langkah kita selaras dan harmoni dengan agenda kekal Sorga. Kita hidup untuk tugas yang Tuhan sudah berikan bagi kita. Banyak orang tidak mengerti tugas yang harus dilakukan. Bagi kita semua sudah sangat jelas. Kita tinggal mendukung setiap tugas dan panggilan Tuhan melalui Bapa Rohani kita. Influence every domain, inspire every generation, impact every nation in our lifetime, itu adalah tugas kita. Tugas kita bahkan untuk membunuh raksasa dan mengambil alih kota. Namun sebelum kita menjadi pembunuh raksasa dan pengambil alih kota, maka terlebih dahulu kita membunuh singa dan beruang pada diri kita dan tak perlu memberitahukannya pada orang lain. Roma 8 : 28 mencatat: “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi DIA, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Ada porsi yang Tuhan sudah tetapkan dan anugerahkan bagi orang yang mengasihi DIA. Bapa senantiasa bekerja bagi orang yang terus mengarahkan hasratnya kepada DIA. Bagi orang yang haus dan lapar akan Firman Tuhan. Haus dan lapar bukan dalam perasaan tetapi dalam tindakan. Ketika Daud diurapi oleh Samuel pada 1 Sam 16:13 mencatat: “ ...sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh Tuhan atas Daud..” Ada Roh Tuhan yang senantiasa menolong kita, ketika kita harmoni dengan tugas yang Tuhan berikan. Bahkan Roh Terobosan Ilahi dalam bentuk Tujuh manifestasi Roh Kristus akan kita terima. Roh Tuhan, Roh Hikmat, Roh Pengertian, Roh Nasihat, Roh Keperkasaan, Roh Pengenalan Akan Tuhan dan Roh Takut Akan Tuhan akan dianugerahkan bagi kita.

 

Renungan :

  1. Perhatikan kehidupan kita setiap hari, apakah masih memiliki kehidupan yang asal-asalan atau sembarangan?
  2. Pastikan kita tidak hidup sembarangan setiap hari, karena hidup kita dipersiapkan Tuhan untuk tugas yang mulia.

 Kamis, 28 September 2017 : Menyelesaikan Tugas Bapa (Yoh 17:4-5)

Ada anugrah buat kita hari ini. Ada anugrah yang Tuhan ingin lepaskan hari ini. Dimensi yang dimiliki oleh Yesus “menyelesaikan tugas Bapa” mau dilepaskan bagi kita, sehingga kita masih punya banyak waktu untuk melihat semua hasil pekerjaan kita, melihat buah pekerjaan kita. Bukan setelah kita mati barulah kita melihat hasil pekerjaan kita. Ada banyak orang yang tidak bisa menikmati buah pekerjaannya selama ia hidup tapi orang lain yang menikmati setelah ia mati. Tapi berbeda dengan Firman bagi kita hari ini. Kita bisa menyelesaikan pekerjaanNya dan menikmati hasilnya! Dahsyat! Haleluya! Ini semua pekerjaan tangan Tuhan bagi orang-orang yang tekun mencari Dia. Ia menyingkapkan FirmanNya. Ia beritahu FirmanNya. Ada kemuliaan yang dimiliki Yesus sebelum dunia ini ada, sebelum saudara ada. Itulah yang akan Tuhan kembalikan kepada gerejaNya. Sebelum dunia ada, ada kemuliaan yang diterima oleh Kristus. Jadi, jika saudara ada didalam Kristus, saudara juga menerima kemuliaan itu. Kemuliaan itulah yang akan Tuhan kembalikan segera. Bukan “nanti “setelah kita semua berakhir di bumi, bukan ketika kita tidak sanggup lagi menerima semua kemuliaan itu.

 

Renungan :

  1. Apa penugasan Bapa dalam hidupmu secara pribadi?
  2. Hal apa yang saudara dapat lakukan agar penuntasan tugas Bapa dapat saudara kerjakan dengan akurat?

 Jumat, 29 September 2017 : Kita Bisa Menyelesaikan Lebih Awal! (Roma 8:18-19)

Jauh sebelum Yesus mati, Ia telah menyelesaikannya, seperti yang dinyatakan di Yohanes 17:4 “Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.” Yesus telah menuntaskan semua penugasan Bapa. Dengan kata lain, Yesus tidak terlambat. Kita harus seperti itu. Kita tidak terlambat! Karena kita menerima dimensi yang sama. Kita bisa menyelesaikan lebih awal! Itulah bagian kita! Kita bisa menuntaskan lebih awal. Itulah yang ditunggu-tunggu oleh segala mahluk yaitu pernyataan Allah dalam hidupmu. Semua proses akan dipercepat karena ada Firman yang menyatakannya. Ada dimensi Yesus, dimensi Kristus. Firman bertubi-tubi mendatangi kita untuk membongkar semua hambatan, sumbatan, agar kemuliaan itu tidak terhambat lagi, tidak terhalang lagi. Kita akan alami dengan segera! Kita akan merasakan dengan segera segala ketidakakuratan akan disingkirkan. Semua akan dipercepat oleh Tuhan. Kita akan masih bisa menikmati kebaikan Tuhan, kemurahan Tuhan.  Pemulihan atas kota dan bangsa akan datang lebih cepat. Tuhan akan mempercepat pemulihan segala sesuatu.

 Renungan :

  1. Berikan dirimu untuk dikoreksi oleh RohNya agar aliran Roh dalam hidup saudara semakin lancar, dinamis dan fleksibel.
  2. Jika Tuhan akan mempercepat proses segala sesuatu, apa yang menjadi bagian saudara agar hal itu dapat terwujud sempurna?

 Sabtu, 30 September 2017 : Kemuliaan Tuhan Depositkan Didalam Manusia Roh Kita (Amsal 20:27)

Kemuliaan itu disediakan dimana? Di hati kita! Di dalam rohmu! Di dalam hati nuranimu! Kemuliaan itu Tuhan depositkan didalam manusia roh kita. Oleh sebab itu, jangan cari kemuliaan dari luar. Amsal mengatakan bahwa hati nurani manusia adalah pelita Tuhan. Apa artinya pelita Tuhan? Hati manusia menjadi tuntunan, cahaya Tuhan untuk Ia menaruh segala yang rohani dalam roh saudara. Jangan cari kemuliaan dari dunia. Temukan dalam hati nurani saudara. Hal ini perlu terus dipertegas, diakuratkan, ditanamkan supaya saudara tidak bisa digoyahkan lagi. Kemuliaan itu sudah Tuhan taruh didalam roh saudara. Yaitu kemuliaan yang Tuhan telah sediakan bahkan sebelum dunia ada. Kemuliaan itu ada dalam hadiratNya. Cari kemuliaan itu dalam Kristus. Tuhan telah taruhkan dalam hidupmu. Jangan lirik ke tempat lain. Kita tidak bisa memberkati dunia dengan mengambil yang berasal dari dunia. Kita hanya bisa mengubahkan dunia kalau kita mengambil yang dari Tuhan. Hal itu yang bisa kita wariskan kepada generasi berikutnya, kepada anak cucu kita, sebanyak orang yang dipanggil oleh Tuhan.

 Renungan :

  1. Kemuliaan bukan milik dunia. Kemuliaan juga bukan kepunyaan setan. Adalah suatu kebohongan jika setan mengatakan "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki (Lukas 4:6).” Itu adalah dusta! Karena iblis sama sekali tidak punya hak untuk memiliki dengan sah segala kemuliaan dan kekuasaan. Sungguh, setan adalah pembohong. Sadari hal ini.
  2. Semua adalah milik Bapa kita. Bapa memberikannya kepada Kristus. Dan sekarang semua itu menjadi milik kita karena kita tinggal di dalam Kristus. Kita menerima warisan dari kuasaNya. Segala sesuatu ada didalam Kristus. Temukan didalam Dia. Jika saudara tidak menemukannya di dalam Dia, maka saudara tidak akan menemukan dimanapun. Saudara tidak akan ada dalam keakuratan. Tapi Allah kita bukan pendusta, bukan pembohong. Ia akan menyatakannya jika kita mencari dalam ketekunan. Renungkan hal ini dengan mendalam.

 Minggu, 01 Oktober 2017 : Menyelesaikan Penugasan Bapa  (Lukas 12 : 12; Yohanes 14 : 22)

Suatu hari saya ditugaskan oleh atasan saya untuk mewakili beliau menghadiri rapat di salah satu instansi, karena beliau berhalangan hadir. Karena saya ditugaskan maka saya mempersiapkan diri saya sedemikian rupa karena saya membawa nama beliau.  Saya bertanya kepada atasan saya, apa yang akan saya sampaikan di acara tersebut, saya juga memperlengkapi diri saya dengan membaca dokumen-dokumen terkait dengan pembahasan pada rapat tersebut, bahkan saya mempersiapkan pakain yang pantas saya kenakan pada acara tersebut.  Saya melakukan persiapan demikian karena saya tidak mau mengecewakan atasan saya dan agar saya bisa menyelesaikan tugas tersebut dengan baik. Demikian jugalah dengan kita gereja Tuhan. Kita dipanggil dan dipilih Tuhan untuk melakukan tugas yang besar yaitu untuk menggenapi rencanaNya di bumi. Untuk itulah kita disiapkan sedemikian rupa agar kita mampu menyelesaikan tugas tersebut.  Ps. Jonathan David dan hamba-hamba Tuhan datang ke kota Medan dan membagikan Firman Tuhan adalah dalam rangka mempersiapkan kita Gereja-Nya, bagian kita adalah menyelaraskan hidup kita dengan Firman tersebut.  Firman yang kita dengar akan membuat otot-otot rohani kita kuat, tetapi tidak cukup hanya mendengar, perlu latihan dengan mengulang membaca kembali, mendengar kembali dan menggali lebih dalam.  Untuk itu kita membutuhkan Roh Kudus untuk menolong kita, mengajar (Lukas 12 : 12) dan mengingatkan kita (Yohanes 14 : 22) akan perkataan-Nya. Iblis selalu berupaya menghalangi kita agar kita gagal menyelesaikan tugas tersebut.  Salah satu caranya adalah dengan mengambil “pemahaman”  kita akan Firman Tuhan (Matius 13 : 4).  Agar pemahaman kita tidak berhasil dicuri oleh si iblis maka kita harus memelihara rasa haus dan lapar akan kebenaran (Firman Tuhan) seperti yang dimiliki oleh perempuan Samaria yang berjumpa dengan Yesus.  Perempuan ini terus bertanya kepada Yesus (tanda bahwa perempuan Samaria ini haus dan lapar akan kebenaran), sampai dia mendapatkan suatu pemahaman tentang kebenaran itu, dan melaksanakan tugasnya dengan baik (Yohanes 4 : 5 – 30). Yesus juga berhasil menyelesaikan tugas yang diberikan Bapa kepada-Nya, Musa juga berhasil menyelesaikan tugasnya di bumi, Elia diangkat naik  ke surga juga karena tugasnya sudah selesai.  Bagaimana dengan kita ?

 

Renungan :

  1. Tuliskanlah hal-hal apa saya dalam hidup saudara yang belum selaras dengan Firman Tuhan.
  2. Ketika atasan kita (manusia) menugaskan sesuatu kepada kita, maka kita akan mempersiapkan diri kita sedemikan rupa. Persiapan apa yang telah dan akan saudara lakukan untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh Tuhan ?

 

Senin, 11 September 2017 : Firman Adalah Kunci Kehidupan (Ibrani 1:3)
Perjalanan hidup kita ditopang oleh FirmanNYA. Apa saja yang kita perlukan, apa saja yang kita butuhkan, kita hanya perlu FirmanNYA. Firman Tuhan adalah pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita. Segala sesuatu diciptakan oleh FirmanNYA dan oleh FirmanNYA segala sesuatu ada. Oleh sebab itu Firman harus beroperasi dalam setiap kehidupan kita, membentuk hidup kita dan membangun hidup kita sampai pesona KRISTUS menjadi nyata dalam hidup kita. Firman adalah kunci kehidupan kita. Firman adalah kunci kemenangan kita. Bukan seberapa besar atau seberapa banyak yang dapat kita lakukan diluar sana, tetapi seberapa besar Firman telah membentuk dan membangun hidup kita. Itulah yang menjadi sukses kita. Yohanes 1:1 mencatat: “ Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Artinya kita tidak perlu terlalu sulit untuk mencari – cari Tuhan. Dia Tuhan ada dalam FirmanNYA.

Renungan :
Pastikan kita menyukai Firman senantiasa, karena dengan demikian itu menjadi bukti kita mencintai Tuhan, karena Tuhan ada dalam FirmanNYA.
Kita dibentuk oleh Firman, bahan dasar kita adalah Firman, oleh karena itu ijinkan Firman beroperasi terus dalam hidup kita, membangun hidup kita, membentuk hidup kita, sebab Firman adalah kunci kehidupan dan kunci sukses kita.

 

Selasa, 12 September 2017 : Firman Harus Menjadi Solusi (Mazmur 119:105)
Pernah kah kita berfikir didalam kehidupan kita sehari-hari ketika kita menghadapi masalah kita mencari solusinya di dalam firman? Atau kah kita malah mencari solusinya dari dunia ini? Apakah yg kita bangun selama ini sehingga kita masih saja mencari solusi segala sesuatunya dari dunia ini? Mazmur 119:105 (TB) Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Psalms 119:105 (NKJV) Your word is a lamp to my feet And a light to my path. Firman harus memenuhi hati dan pikiran kita sehingga ketika apapun yang kita hadapi kita tidak lagi mencari solusinya dari dunia ini. Deklarasikan terus firman dan nyanyikan terus sampai itu menjadi kehidupan kita.
"FIRMANMU PLITA BAGI KAKIKU"
FirmanMu plita bagi kakiku
Terang bagi jalanku
Firmanmu Plita bagi kakiku
Terang bagi jalanku
Waktu ku bimbang, dan hilang jalanku
Tetaplah Kau di sisiku
Dan tak'kan ku takut, asal Kau di dekatku
Besertaku selamanya
Oh....oh....oh
FirmanMu plita bagi kakiku
Terang bagi jalanku

Renungan :
1. Mari cek hidup saudara ketika masalah datang dalam hidup saudara? Sejauh mana saudara menjadikan firman menjadi solusi didalam hidup saudara?
2. Terus deklarasikan firman, belajarlah melakukan nya dengan setia setiap pagi dan kerjakan atau praktek kan langsung dikehidupan saudara ketika apapun yang saudara hadapi.

 

 Rabu, 13 September 2017 : Roh Membantu Kita Dalam Kelemahan Kita (Roma 8:26)
“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.” Jika dikatakan Roh membantu kita dalam kelemahan kita, berarti hal itu memberitahukan bahwa kita bisa melampau segala kelemahan kita. Roh yang membantu kita itu akan mampu membuat kita keluar dari kondisi semua ketidakakuratan kita, kelalaian kita, ketidakmampuan kita, kelemahan kita. Sebab dengan jelas Roh menyatakannya kepada kita dan hal itu akan mejadi jaminan bagi kita. Sungguhlah benar, Roh Kudus adalah Sang Penolong. Mari saudara, tambah-tambahkan kesadaran kita akan keberadaan Roh. Mendesaklah lebih dalam agar kita mampu membangun kemitraan denganNya.

Renungan :
1. Apa yang menjadi pergumulan dalam kelemahan-kelemahan saudara saat ini?
2. Mendesaklah lebih lagi di dalam RohNya.

 

Kamis, 14 September 2017 : Hak Istimewa Dari Tuhan (Mat 16:19)
Sorga dan bumi bertindak tergantung keputusan kita (Matius 16:19). Kepadamu akan Kuberikan kunci kerajaan sorga, apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Orang yang bisa mengikat juga bisa melepaskan adalah orang yang memiliki kuasa. Kuasa itu adalah kunci untuk memutuskan apa yang akan terjadi di bumi dan di sorga. Dasyat sekali! Kunci tidak diberikan kepada sembarang orang, hanyalah kepada orang dewasa. Ketika kunci itu ada di tangan kita maka kapan saja kita masuk ke dalam rumah, apakah jam 2 malam atau jam 5 pagi itu adalah waktu yang tepat. Tidak perlu lagi kita menunggu Tuhan. Karena dalam keIllahianNya, Tuhan memberikan kepada kita kunci kerajaanNya supaya operasional kerajaan sorga tidak pernah bisa terhentikan. Jadi waktuNya Tuhan itu terjadi atas kita adalah tergantung kepada kedewasaan rohani kita. Dan ketika kita ada dalam waktuNya Tuhan maka otomatis kita bisa akurat mendengar suaraNya, arahanNya. Kita akan semakin bertumbuh dan semakin kuat, kita berjalan dalam hikmat Tuhan, melakukan hal-hal yang besar, bahkan strategi strategi akan muncul dalam setiap waktu dan keadaan sesuai tuntunanNya bagi kita.


Perenungan :
1. Seperti Daud dalam situasi ketika sedang menghadapi musuh tapi arahan Tuhan berbeda. Namun Daud bisa mengikutiNya dengan akurat. Bisa di lihat dalam 1 Tawarikh 14:10 “bertanyalah Daud kepada Allah: "Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu dan akan Kauserahkankah mereka ke dalam tanganku?" TUHAN menjawab: "Majulah, Aku akan menyerahkan mereka ke dalam tanganmu." Dan di ayat 14 “maka bertanyalah lagi Daud kepada Allah, lalu Allah menjawab: "Janganlah maju di belakang mereka, tetapi buatlah gerakan lingkaran terhadap mereka, sehingga engkau dapat menyerang mereka dari jurusan pohon-pohon kertau.” Bila saudara ada di kondisi seperti ini bagaimana respon saudara?

2. Terus tambah-tambahkan kepekaanmu mengikuti instruksi dengan benar.

 

Jumat, 15 September 2017 : Bangun Ketekunan Agar Makin Akurat (Lukas 8:15)
“Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu , menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan”. Mari tetap kita deklarasikan “Kehidupan yang akurat adalah kehidupan sehari-hari yang selaras dan harmonis dengan agenda kerja dan rancangan Tuhan yang kekal sehingga kehidupan sehari-hari yang kita jalani dapat berfungsi menjadi alat dan sarana bagi Tuhan untuk memanifestasikan kerajaanNYA di bumi” Untuk apa kita bertekun? Apa yang kita akan hasilkan dari buah ketekunan? Ketekunan kita bukan lah diukur dengan ”jumlah” sudah berapa kali saya lakukan, sudah berapa banyak saya deklerasikan , namun berbicara tentang “memunculkan buah” dari hasil ketekunan tersebut. Hasil yang Tuhan ingin kan dengan ketekunan yang kita bangun adalah kehidupan kita semakin akurat dengan agenda Tuhan (keinginan Tuhan). Orang-orang yang bertekun adalah orang yang tidak mudah menyerah terhadap tantangan yang dihadapi untuk meraih target tertentu. Dengan bertekun kelemahan-kelemahan akan dapat di atasi. Kisah perempuan Samaria di kitab Johanes menunjukkan pada kita bahwa saat dia tekun mendengarkan apa yang Yesus katakan, maka sebuah perubahan besar, buah muncul dari dalam diri si perempuan tersebut. Jika dia tidak bertekun , langsung menyerah dengan kondisi bahwa adat/budaya bahwa orang Yahudi tidak bisa bergaul/berbicara dengan orang Samaria, kisah hidupnya tidak ada dampak bagi kotanya. Namun respon yang dia berikan dengan tekun mau di giring oleh Yesus kepada sebuah level pengenalan akan Tuhan sehingga dia berhasil naik kepada level yang Tuhan inginkan. Si perempuan samaria menjadi akurat dalam pengenalannya akan Tuhan, awalnya dia berpikir siapa orang ini “ Adakah engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini pada kami........?. Saat dia bertekun mendengarkan apa yang Yesus katakan, mata rohani nya terbuka bahwa dia telah menemukan Mesias....sehingga banyak orang menjadi percaya kepadaNYA oleh karena perkataaan perempuan itu (Johanes 4:29).

Perenungan:
Bangun terus ketekunan dalam diri kita sampai memunculkan buah yaitu kehidupan yang akurat yang Tuhan inginkan.
Terus bertekun mendengarkan dan mendeklerasikan firman Tuhan yang telah dilepaskan lewat bapa rohani .

 

 Sabtu, 16 September 2017 : Tetap Kuat Menantikan Janji Tuhan (Kej 37 : 5 – 7, 9)
Yusuf mendapat mimpi bahwa dia akan menjadi penguasa. Tetapi kenyataannya dia dimasukkan ke dalam sumur, menjadi budak di rumah Potifar dan akhirnya dipenjara. Ini adalah kejadian yang dia alami sebelum mimpi itu menjadi kenyataan. Di dalam menjalani proses menuju kepada kenyataan dari mimpi tersebut, tidaklah mudah. Perlu keyakinan dan hati nurani yang murni untuk kita bisa melihat kebenarannya. Jangan seperti orang Israel yang selalu bersungut-sungut ketika di padang gurun. Mereka tidak bisa melihat kebenaran yang sedang Tuhan kerjakan dalam hidup mereka. Mereka tidak menyadari bahwa Tuhan sedang memproses hidup mereka untuk siap menuju tanah perjanjian. Tuhan tidak pernah ingkar janji, Dia Allah yang setia. Apa yang telah dia janjikan pasti Dia genapi. Tetapi ada proses yang Tuhan ijinkan kita alami terlebih dahulu untuk sampai kepada mimpi tersebut. Pada saat Yusuf mengalami masa-masa yang sulit (proses), apakah Tuhan meninggalkannya ? Kejadian 39 : 2 “Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang berhasil dalam pekerjaannya, maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.” Pada ayat 21 dan 22 juga dikatakan bahwa Tuhan menyertai Yusuf. Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir yang dipimpin oleh Musa atas perintah Tuhan, mereka dikejar oleh tentara Firaun, dan di depan mereka ada laut Teberau. Tidak ada jalan keluar. Tetapi Musa memiliki keyakinan bahwa Tuhan akan menyelamatkan mereka, walaupun faktanya mereka sedang dalam keadaan terjepit. Bangsa Israel melihat fakta atau kenyataan yang sedang terjadi, sehingga mereka bersungut-sungut dan tidak punya pengharapan, tetapi Musa memegang dan percaya kepada janji Tuhan sehingga dia hanya menaruhkan pengharapannya kepada Tuhan dan penyertaan Tuhan nyata atas hidupnya. Jangan lihat kepada fakta (kenyataannya), tetapi lihatlah kepada kebenaranNya dan janji-Nya. Oleh sebab itu up grade terus Roh kita, bersihkan hati nurani kita dari kontaminasi dunia ini dengan FirmanNya. Sehingga kita bisa meLihat apa yang sedang Tuhan kerjakan atas hidup kita, keluarga kita, kota kita dan bangsa kita bahkan bangsa-bangsa.

Renungan :
Tuliskanlah janji-janji Tuhan dalam hidup saudara yang sudah digenapi dan yang belum digenapi.
Langkah-langkah apa yang saudara lakukan untuk tetap kuat menantikan janji Tuhan itu digenapi ? 

 

Minggu, 17 September 2017 : Masa depan bangsa-bangsa ada didalam dan melalui Rumah Tuhan (Yes 2:2-4)
“Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana”. Masa depan bangsa-bangsa ada didalam dan melalui Rumah Tuhan. Gereja yang dinantikan oleh dunia adalah gereja yang dewasa. Itu sebabnya, kita harus dinamis, sinergi dengan Roh Kudus. Kita harus terlibat aktif sesuai standart Tuhan. Kita harus pastikan aktivitas dan dinamika Roh Kudus terus meningkat. Roh Kudus yang akan menolong kita menjadi Gereja yang akurat. Karena hanya gereja yang akurat yang jadi jawaban bagi permasalahan dunia ini. Ada beberapa area yang harus akurat di dalam kehidupan gereja :

1. Dasar Keyakinan
2. Sikap Hati
3. Gaya Hidup
4. Keuangan
5. Hubungan Sosial
6. Tempat tinggal
7. Pekerjaan
8. Pasangan Hidup

Bisakah kita menjadi akurat? Bisa! “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.” (Roma 8:26). Sebab kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (Roma 8:28)

Renungan :
1. Cermati pernyataan berikut ini : Ada jaminan kepastian yang Tuhan berikan bahwa Dia turut bekerja dalam segala sesuatu mendatangkan kebaikan. Tetapi "Allah turut bekerja dalam segala sesuatu" bukanlah untuk semua orang hanyalah kepada yang disebut sebagai "Gereja". Karena itu Standard hidup kita harus terus kita selaraskan, di upgrade kepada perkataan Tuhan, kepada agenda Tuhan yang memposisikan kita terus menerus sebagai "Gereja".

2. Luang waktu lebih banyak untuk mencari dan merenungkan KebenaranNya.

 

 

Saat Teduh


Bahan Saat Teduh

18 – 24 September 2017

 

Senin, 18 September 2017 : Mengerti Waktu-Waktu Tuhan (Yoh 2:4)

Yoh 2:4Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."

Tuhan Yesus sungguh mengerti waktu-waktu yang ditetapkan Tuhan untuk hidup-Nya. Dia tahu ketika umur-Nya masih 29 tahun belum waktunya Dia melayani penuh bersama-sama murid-murid-Nya. Dia masih melayani di dalam keluarga Yusuf dan membantu orang tua-Nya sebagai tukang kayu. Tidak banyak hal diceritakan tentang kehidupan Tuhan Yesus ketika Dia membantu orang tua-Nya sebagai tukang kayu. Namun hal yang pasti Dia tetap hidup di dalam keakuratan, mengerjakan tugas sebagai anak di dalam rumah Yusuf. Dia menjadi abang bagi adik-adik-Nya anak dari Yusuf dan Maria. Sungguh kehidupan-Nya menjadi teladan, hal ini dibuktikan dengan adik-Nya yang juga mengikut Dia. Ada waktu-waktu yang Tuhan tetapkan di dalam kita mengerjakan segala sesuatu di dalam kehidupan kita. Kita harus mengerti waktu-waktu itu sehingga kita dapat menyesuaikan seluruh agenda sehari-hari kita dengan waktu-waktu Tuhan itu. Karena dalam waktu-Nya Tuhan ada penyediaan bagi kita utk memenuhi mandate yang Tuhan berikan. Tuhan sediakan fasilitas sehingga kita dapat maksimal  memenuhi agenda surga. Dalam waktu-waktu yang ada kita harus terus mempersiapkan diri senantiasa hidup didalam keakuratan sehingga ketika waktunya Tuhan promosikan kita kekuatan Tuhan sudah penuh dalam hidup kita. Kita sudah siap menginvasi domain dan menyatakan kerajaan Tuhan di sana. Untuk itu mari kita terus setia di dalam waktu-waktu yang ada terus membangun hidup di dalam keakuratan sampai waktunya Tuhan perluas pengaruh hidup kita di dalam domain yang Tuhan percayakan.

 Renungan:

  1. Apa yang harus kita lakukan dalam masa persiapan sebelum Tuhan memakai hidup kita mempengaruhi domain?
  2. Bagaimana kehidupan kita di dalam keluarga kita secara jasmani, bagaimana hubungan kita dengan saudara-saudara kita yang terdekat?
  3. Tuhan akan sediakan apa yang kita perlukan untuk menyatakan kerajaan-Nya di bumi?
  4. Mari pastikan hidup kita senantiasa hidup di dalam keakuratan di dalam seluruh aspek kehidupan
  5. Apakah hidupmu sudah menjadi teladan bagi orang-orang di sekelilingmu?

Selasa, 19 September 2017:Ada Anugerah Untuk Menyelesaikan Pekerjaan Bapa (Yoh 17:4)

Yohanes 17:4 “Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.I have glorified You on the earth. I have finished the work which You have given Me to do(NKJV).Yesus telah menyelesaikan pekerjaan Bapa dengan tuntas dan hal yang sama juga akan kita lakukan yaitu menyelesaikan pekerjaan Bapa. Akan ada anugerah yang besar yang membuat kita bisa menyelesaikan pekerjaan Bapa. Dikatakan bahwa ketetapan Bapa sudah final atas gerejaNya lewat hidup kita oleh karena itu Dia akan mencurahkan rohNya dan melepaskan dimensiNya kepada kita karena kita akan menyelesaikan pekerjaan Bapa. Bagian kita hanya taat dan bertekun dan terus mengupgrade diri kita sehingga anugerah itu akan turun. Ketekunan dan ketaatan kita akan membawa kita menerima anugerah itu dan roh kudus akan menolong kita didalam kelemahan kita sehingga kita bisa menyelesaikan pekerjaan Bapa. Kita akan mengerjakan hal-hal yang luar biasa, hal-hal yang belom pernah dilakukan dan kita akan menjadi orang-orang yang berbeda oleh karena itu ijinkan terus firman dan roh yang memimpin hidup kita. Ketika kita terus ada didalam level rohani yang seperti Yesus miliki maka akan sangat gampang bagi kita mengerjakan pekerjaan Bapa. Roh akan menjunjukan kepada kita apa yang harus kita kerjakan dan yang tidak harus kita kerjakan. Keakuratan demi keakuratan akan menjadi bagian kita. Tanggung jawab kita hanya lah kita harus terus tetap tinggal didalam firman dan roh. Ini lah yang terus kita kejar, dimensi yang Yesus miliki harus kita miliki juga artinya Yesus telah melakukannya terlebih dahulu yaitu menyelesaikan pekerjaan Bapa maka kita akan melihat patron nya Yesus sampai kita juga menyelesaikan pekerjaan Bapa sampai kemuliaan itu dikembalikan dan kita akan melihatnya.Roma 8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.For I consider that the sufferings of this present time are not worthy to be compared with the glory which shall be revealed in us(NKJV).

 Renungan :

  1. Ketika kita bertekun dan berjuang maka kita akan menerima apa yang Tuhan berikan. Terus lah bertekun dan berjuang (bertekun didalam iman, bertekun didalam doa, bertekun didalam firman, bertekun didalam persekutuan).
  2. Dikatan roh akan menolong kita didalam kelemahan kita oleh karena itu saudara harus melatih diri saudara terus hidup didalam firman dan roh karena roh lah yang akan memampukan saudara didalam kelemahan fisik saudara. Terus lah setia mendeklarasikan terus firman

Rabu, 20 September 2017 : Fokus Tuhan Adalah Hati (Ulangan 8:3)

Ulangan 8:3 “Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberikan engkau makanan manna, yang tidak kau kenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti , bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan Tuhan”.

 Tahukah saudara bahwa sesungguhnya harta yang paling berharga , tak ternilai ada di dalam hidupmu? Kebanyakan manusia tertipu dengan mengejar hal-hal yang dari luar , kekayaan, kedudukan, status dengan maksud agar hidupnya berharga, tenang, damai.  Keinginan hatinya telah dicondongkan untuk mengejar hal-hal yang berasal dari luar.Tuhan tidak tertarik dengan apa yang telah kau hasilkan tetapi DIA ingin melihat “apa yang berhasil Tuhan bangun dalam kehidupanmu”. Artinya Tuhan ingin membangun sesuatu yang kekal di dalam kita.  Yang Tuhan lakukan pada bangsa Israel saat mereka keluar dari tanah Mesir adalah berurusan dengan hatinya:

  1. Tuhan mendisiplin hati bangsa Israel, dengan membentuk mereka supaya hidup dengan kerendahan hati (Ulangan 8:3)
  2. Tuhan membawa mereka supaya hidup bukan dari sumber yang fana, tapi hidup dari setiap perkataan Tuhan. (Ulangan 8:3)
  3. Tuhan membentuk mereka supaya memiliki sikap hati yang benar (Ulangan 8:17), keberhasilan mereka adalah dengan cara Tuhan sehingga mereka tidak terpisah dari Tuhan
  4. Tuhan membawa mereka hidup dalam level ikat janji. hidup tidak sembarangan atau sesukanya (Ulangan 8:18)

Sama seperti kepada Joshua  (Josua 1:8) Tuhan berfirman “Kuatkan dan teguhkan hatimu....”karena Tuhan akan membawa Josua kepada hal-hal yang besar/supranatural,seperti yang Dia firmankan kepada Musa. Bagi Tuhan hati kita sangat berharga, itulah harta sesungguhnya, ketika hati kita telah di tawan Tuhan , Tuhan bebas bekerja dalam hati kita, kita dapat melampaui segala keterbatasan, kelemahan-kelemahan, mengatasi kesulitan. Akan muncul kekuatan demi kekuatan, semakin berhikmat, semakin tenang dan tidak gampang teralihkan/terprovokasi.Tuhan ingin mengerjakan sesuatu yang besar di dalam kita, karena itu DIA ingin membereskan hati kita, kalau hati kita tidak lagi memiliki ambisi pribadi tetapi hanya tertuju pada Ambisi Tuhan/keinginan Tuhan di situlah terjadi hal-hal  supranatural yang mungkin tidak pernah kita pikirkan.

 

Renungan:

  1. Jagalah hati kita dengan segala kewaspadaan.
  2. Evaluasi kehidupan sehari-hari kita kemana kecenderungan hati kepada FirmanNya-kah atau kepada hal yang fana.

Kamis, 21 September 2017 : Menyelesaikan Tugas (Yohanes 17 : 4-5)

Yoh 1:1 mencatat “Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.  Dengan kata lain Firman itu adalah pribadi Tuhan sendiri. Kalau kita mencari Tuhan, Dia ada dalam FirmanNYA. Melalui  Firman-Nya Tuhan memberikan perintah dan penugasan untuk kita bertekun mengerjakan dan  membangun hidup kita sehari-hari dengan benar dan akurat.   Perintah dan penugasan Tuhan berikan  supaya kita menjadi Gereja yang sesungguhnya, sebab hanya melalui Gereja yang akurat   Tuhan  akan menyatakan diriNYA dan memerintah bersama – sama di Sion.  Gereja harus menjadi pola bagi domain-domain yang ada. Yoh 17 : 4 - 5 mencatat :  Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.  Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.Ketika orang-orang yang membangun hidupnya dengan benar sudah terbentuk dan menjadi  Gereja yang akurat, maka dengan mudah segala domain pun akan berubah kepada pola yang benar sehingga Bapa di surga dimuliakan lewat apa yang kita kerjakan. Dengan ketekunan dan kesungguhan, kita bersyukur kepada Bapa karena telah memberikan anugerah kepada kita. Dimensi  Yesus Kristus yang sudah menyelesaikan tugasNYA di bumi ini telah dicurahkan bagi gerejaNya,   sehingga kita dapat menyelesaikan semua penugasan kita lebih cepat.  Jadi bukan karena kekuatan kita bisa menyelesaikannya dengan tepat, tetapi karena dimensi Yesus Kristus yang menyelesaikan semua kehendak Bapa telah dicurahkan bagi gerejaNya.

 Renungan :

  1. Apakah saudara mengetahui tugas yang Tuhan berikan kepada hidup saudara untuk dikerjakan dan diselesaikan?
  2. Apakah saudara sudah mengetahui tugas yang harus dikerjakan dan diselesaikan dalam rumah rohani?
  3. Dimensi hidup yang menyelesaikan tugas telah dicurahkan melalui patron Tuhan Yesus yang sudah menyelesaikan pekerjaan di bumi ini, oleh sebab itu mari terus bertekun membangun hidup kita sesuai dengan pola yang Tuhan telah tunjukkan kepada kita.

 Jumat, 22 September 2017 : Harta yang Paling Berharga adalah Hati Nurani (Amsal 4:23)

“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Kehidupan seperti apa yang akan kita tampilkan bersumber dari bagaimana kondisi hati kita. Apakah hidup kita penuh damai sejahtera? Pengharapan kepada Tuhan? Bergantung sepenuhnya kepada Dia? Bersyukur senantiasa atas kasih setiaNya? Tuhanlah yang menyelidiki hati. Tetap jaga hati kita dari setiap kontaminasi karena hal itu sangat berharga bagi Tuhan. Apakah kita bisa membuat Tuhan betah tinggal diam didalam hati kita? Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?(I Kor 6:19).Pastikan kita menjadi tempat kediaman yang terbaik bagi Tuhan. Tuhan mampu berekspresi dengan leluasa, berinteraksi dengan hati kita tanpa terkendala dengan kontaminasi dan pertentangan. Papa mengatakan "Manusia terbang ke angkasa untuk menyelidiki bintang-bintang...manusia juga turun ke dasar samudera untuk menyelidiki keindahan bahwa laut dan harta yang tersimpan nun jauh di sana, tetapi Allah lebih tertarik untuk datang dan menyelidiki hati nurani kita. Hati nurani kita adalah letak kehidupan yang sesungguhnya”.Terdapat perbedaan antara apa yang dicari oleh manusia dengan apa yang dicari Tuhan.

 Renungan :

  1. Menurut saudara mengapa terjadi perbedaan antara apa yang dicari oleh manusia dengan apa yang dicari Tuhan?
  2. Selidiki hatimu lebih lagi agar hatimu semakin bersih, bersih dan bersih dari semua pertentangan.

 Sabtu, 23 Septembe 2017 : Penyebab Masalah Atas Kota Dan Bangsa Adalah Bersumber Dari  Orang-Orang (Mazm 2:1-3)

Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya: "Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!"Penyebab masalah atas kota dan bangsa adalah bersumber dari orang-orang. Jadi satu-satunya jawaban, satu-satunya solusi untuk mengubahkan kota dan  mengubahkan bangsa adalah harus datang dari orang-orang  yg berbeda. Pastikan saudara adalah orang yang berbeda pada hari ini ! Mengapa kita harus berbeda? Sebab jika kita adalah bagian dari mereka yang menjadi sumber masalah, maka itu artinya kita semakin menambahkan kompleksitas permasalahan. Kehadiran kita tidak membuat dunia lebih baik namun membuat semakin buruk. Kembali akuratkan hidup saudara! Papa Jonathan mengatakan kita adalah kunci itu! Perkataan kita menjadi kunci! Langkah kaki kita menjadi kunci! Hidup kita menjadi kunci! Keakuratan kita menjadi kunci! Sesungguhnya kitalah yang menjadi kunci jawaban atas semua persoalan kota dan bangsa. Kalau begitu bisakah hidup kita menjadi lebih santai? Lebih longgar? Lebih biasa-biasa? Tentu saja tidak.

 Renungan :

  1. Jika kita harus menjadi orang yang berbeda dengan dunia ini, hal berbeda apa dari diri saudara saat ini yang bisa ditampilkan kepada dunia?
  2. Perbaiki sikap hidup saudara yang tidak akurat dari 8 area kehidupan yang harus dibenahi. (1. Dasar Keyakinan, 2. Sikap Hati, 3. Gaya Hidup, 4. Keuangan, 5. Hubungan Sosial, 6. Tempat tinggal, 7. Pekerjaan, 8. Pasangan Hidup)

 Minggu, 24 September 2017 : Christ In Me Is Unveilling Everyday (Kol 1:25-27)

“Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu, yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!”Kristus yang ada didalam dirimu adalah pengharapan akan kemuliaan yang akan memenuhi seluruh bumi. FirmanNya akan dibuat nyata dan lewat itu semua Ia akan dinyatakan. Bangkitlah dan menjadi terang karena kemuliaan Tuhan telah terbit diatasmu! Ketika kegelapan berubah menjadi terang, ketika kelimpahan dari Firman itu menjadi terang maka seluruh dunia akan berubah dan bangsa – bangsa akan datang kepadamu. Dan ketika terang kemuliaan Tuhan turun atasmu maka jalan – jalan yang selama ini tertutup akan mulai terbuka dan dinyatakan dalam hidupmu. Tidak peduli apakah engkau tersesat dihutan,  Tuhan akan bukakan jalan yang bisa mengantar engkau kembali ke rumahNya.

Verse1 

Christ in me is unveilling everyday

Its beginning to get clearer now

And in this life is my identity

Nothing else could ever satisfy

verse2 

Now I can see this diamond in me

As I let it go and letting You live

Come have Your way each and everyday

As I’m losing my life for You

chorus: 

No longer I that live but Christ in me

This life in me is causing me to rise

No limitation no boundaries, I’m soaring high

Like an eagle I;m destined to rise

Into greater heights

 Renungan :

  1. Temukan hasrat yang menyala-nyala dalam hidupmu untuk menyatakan Kristus dalam keseharianmu.
  2. “Engkau tidak perlu mengiklankan api, karena api itu akan kelihatan. Api tidak bisa dibatasi. Api akan pergi kemana api ingin pergi. Seperti itulah kemuliaan Tuhan akan dicurahkan atasmu, bangsa-bangsa akan datang kepadamu, raja-raja akan datang kepada mu, anak-anak laki-laki dan perempuan akan datang kepadamu, kelimpahan dari seberang laut akan datang kepada mu” (Papa JD) Usahakanlah agar hal itu terjadi semakin nyata dalam hidupmu.

 

Senin, 07 Agustus 2017 
Yohanes 1 : 43 - 51
Filipus mengajak Natanael untuk bertemu dengan Yesus.  Ketika mereka bertemu dengan Yesus, Yesus mengatakan kepada Natanael bahwa Dia telah melihat Natanael sebelum Filipus mengajaknya.  Kapan Yesus melihatnya dan mengapa Yesus tahu sifat atau keadaan dari Natanael  ? Karena mata Tuhan menjelajah seluruh bumi mencari orang-orang yang sungguh-sungguh menanti-nantikan kerajaaNya. Pasti Tuhan sudah mengamat-ngamati Natanael, bahwa dia memiliki hati yang sungguh-sungguh dan menanti-nantikan Yesus, Tuhan tahu isi hatinya dan apa yang dilakukannya.  Memang tidak diceritkan secara rinci apa yang dikerjakan Natanael, tetapi sesuatu sudah terbangun dalam hidupnya. Sesuatu yang membuat Tuhan mendatanginya, yaitu Firman-Nya. Orang yang mencari akan mendapatkan, orang yang haus dan lapar akan kebenaran akan dipuaskan.  Orang-orang yang seperti inilah yang akan didatangi oleh Tuhan.  untuk menggenapi rencanaNya di bumi.
Setelah Yesus berkata-kata kepada Natanael maka Natanael merespon perkataan Yesus dengan mengatakan “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel !” (Yohanes 1 : 49).  Dia tahu siapa Yesus, hanya dengan mendengar perkataan Yesus yang sederhana saja.  Mengapa dia bisa langsung mengenal siapa Yesus, karena dia membangun hidupnya dengan Firman Tuhan/kebenaran, sehingga apa yang sudah dia bangun itu ditambahkan lagi (Matius 13 : 12), sehingga dia percaya kepada Yesus dan dia memiliki passion akan kebenaran dan dia menanti-nantikan Yesus, Anak Allah yang hidup.  Kemudian apa yang terjadi ?  Lalu kata Yesus kepadanya : “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.” Luar biasa….!!! Sesuatu yang besar terjadi melalui hidup Natanael.  Bangun terus hidup kita dengan Firman-Nya, miliki hati yang haus dan lapar akan kebenaranNya.  Maka kita bisa menjadi seperti Natanael yang melihat surga terbuka.  Amin.
Renungan :
1. Apakah saudara rindu didatangi oleh Tuhan ?  Apa yang akan saudara lakukan supaya hal itu terjadi dalam hidup saudara ? Tuliskan dan lakukanlah dengan sungguh-sungguh.
2. Milikilah sikap hati yang haus dan lapar serta ketekunan dalam membangun Firman Tuhan dan Kebenaran-Nya dalam hidup kita.  Jangan menyerah, karena saudara dan saya diberi kesempatan untuk bisa menjadi seperti Natanael yang melihat surga terbuka, bagi hidup kita, keluarga kita, kota kita, bangsa kita bahkan bangsa-bangsa.  Amin.  

 

Selasa, 08 Agustus 2017 : Masa Depan Bangsa Ada Di Tangan Gereja (Yesaya 2:2-4, Yesaya 60:1-2)
Dunia ada dalam kegelapan dan kekelaman yaitu hilangnya harapan. Tetapi terang Tuhan terbit atas gereja. Di dalam gereja, lewat rumah Tuhanlah ada masa depan, gereja menjadi penerang, membawa harapan, ada solusi atas masalah. Solusi masalah keuangan, keluarga, kesehatan, dan lain-lain. Kalau kita memprioritaskan kerajaan Sorga dan kebenaranNya/ mencari dahulu kerajaanNya, maka semua yang kita butuhkanakan ditambahkanNya begitu saja sebagai bonus (Mat6:33).  Sebagai gereja kita menjadi solusi atas semua masalah kota dan bangsa. Jika aku ingin menikmati masa depan yang gilang gemilang, aku harus meleburkan diri dengan rencana Tuhan yang ada dalam gerejaNya. Karena hanya gereja Tuhan yang akan Tuhan pakai menjadi solusi atas semua permasalahan di kota, bangsa, dan bangsa-bangsa. Itulah yang Tuhan kehendaki dalam gerejaNya. Gereja yang ilahi yang diharapkan Tuhan untuk membawa solusi bagi semua permasalahan. Bagaimanakah gereja dapat menjadi solusi bagi kota dan bangsa? Gereja harus hidup akurat. Gereja harus hidup akurat selaras dan harmoni dengan rencana kerja dan rancangan Tuhan yang kekal sehingga kehidupan sehari-hari gereja akan Tuhan pakai sebagai alat atau sarana bagi Tuhan memanifestasikan kerajaanNya di bumi.

Renungan : 
• Seperti apakah gambaran gereja di Yesaya 2:2-4?
• Hidup yang bagaimanakah hidup kita agar dapat memanifestasikan kerajaanNya di bumi?

 

Rabu, 09 Agustus 2017 : Miliki Rasa Haus Dan Lapar Akan Kebenaran (Matius 13 : 12)
Haus dan lapar bukan datang dari Tuhan.  Haus dan lapar datang dari diri kita sendiri.  Misalnya seorang olahragawan yang sedang berlatih.  Ketika dia sedang  berlatih maka  dia akan merasa haus karena ia   mengeluarkan energy.   Sehingga ia membutuhkan air untuk memuaskan dahaganya.Demikian juga dengan hati kita.  Ketika kita menerima firman melalui bapa-bapa rohani kita, ada banyak yang belum kita mengerti.  Kita harus  membuat hati kita haus dan lapar akan kebenaran firman Tuhan dengan cara mengulang kembali, merenungkan, bertanya kepada Tuhan, sampai Roh Kudus memberikan pengertian.  Ketika firman itu sudah kita mengerti maka kita pun tahu mengerjakannya dengan akurat.  Dan Tuhan akan  menambah-nambahkan  kepada kita kerinduan untuk mengejar kebenaran  firmanNya. Matius 13 : 12 mencatat :  Karena siapa yang mempunyai kepadanya akan di beri, sehingga ia berkelimpahan;  tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Sebaliknya ketika kita tidak memiliki passion untuk firman itu, maka Tuhan akan mengambilnya dari kita sampai kita tidak memiliki apa-apa lagi, yang ada kekeringan/tandus, hampa, semak duri, dan jalan-jalannya jauh dari jalan Tuhan. Karena itu bertekunlah senantiasa.. jangan menunda!


Renungan : 
1. Bagaimana respon saudara setelah saudara menerima firman yang disampaikan oleh bapa-bapa  rohani kita? Apakah selalu mengerti dan  memahaminya dengan baik dan benar?
2. Miliki senantiasa hati yang haus dan lapar akan kebenaran firman Tuhan, sampai Tuhan mencurahkan anugerahNya melimpah dalam hidup kita.

 

Kamis, 10 Agustus 2017 :Masa Lalu Dapat Menghambat Masa Depan (Yesaya 43:18) 
Yesaya 43:18  “ FirmanNYA “Jangan lah ingat-ingat  hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala.  Lihat Aku hendak membuat sesuatu yang baru , yang sekarang sudah tumbuh , belum kah kamu mengetahuinya? Ya aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai dipadang belantara. 
Kadang kita bertemu dengan seseorang yang dulu hidupnya penuh gairah dan semangat, namun kita dapati sekarang hidupnya mengalami perubahan total menjadi lesu dan tidak bersukacita.  Mungkin rekan-rekan atau keluarga yang mengenal dia dengan dekat akan bertanya-tanya kenapa dia mengalami penurunan sukacita/gairah hidup? Jika sesuatu hal dapat mengunci  pemikiran kita dan mengalihkan tujuan hidup , hal itu dapat menarik kita turun dari apa yang telah Tuhan rancangkan.  Terjebak dengan masa lalu atau kesalahan yang dahulu pernah di perbuat, ketika kita terus menerus mengingatnya dan terkunci dengan hal itu.  Tuhan mengatakan jangan mengingat hal-hal yang terdahulu artinya DIA bukan lah Tuhan yang berfokus pada kesalahan yang telah kita perbuat, tapi DIA berfokus pada apa yang telah DIA tetapkan bagi hidup kita.  Jika kita pernah berbuat kesalahahan/dosa yang DIA inginkan adalah pertobatan. Karena Dia memandang kita adalah orang-orang yang berhasil menjalankan apa yang telah Dia tetapkan dari semula sebagai sang sutradara.Tuhan ingin membawa kita pada masa depan yang penuh harapan, membawa kita dalam perjalanan rohani untuk menyelesaikan destiny Ilahi, bahkan Dia telah menetapkan kita GerejaNYA melakukan perkara-perkara yang besar, perkara yang mustahil.   Tuhan ingin kita dapat melihat, menikmati perjalanan bersama DIA mengalami hal yang tidak mungkin menjadi mungkin ( Think only the Possibilities, do only the Impossible). Wow...dasyat Allah kita , Dia akan membuat jalan di padang gurung, sungai di padang belantara, semua hal itu berbicara tentang hal-hal yang Impossible, namun itu yang akan terjadi karena itu yang DIA firmankan. Karena Tuhan membuat sesuatu yang baru dan Dia menginginkan untuk kita mengetahui dan masuk di dalamnya. 

Perenungan:  
1. Upayakan untuk menertibkan pikiran kita setiap hari , agar dapat melihat apa yang menjadi jalan Tuhan ke depan.
2. Sadari lah masa depan dapat di halangi oleh pikiran masa lalu. Kenali indikatornya jika pikiran kita membuat sukacita atau kerinduan akan HadiratNYA surut segeralah doa dan deklarasi kan FirmanNYA.

 

Jumat, 11 Agustus 2017 : Nubuatan Indonesia June 2017 Ps. Jonathan David
Saya memberi salam kepadamu dalam nama Yesus dan kepada setiap gembala yang ada dalam ISAAC Network di Indonesia. Inilah pesan yang Tuhan taruh dalam hati saya untukmu. Tuhan sedang mengkonsolidasikan dan memperkuat kekuatan ISAAC Network di Indonesia. Ada tempat untuk setiap engkau, untuk istrimu, untuk anak-anakmu, untuk gerejamu, untuk pelayananmu. Kita cukup luas, cukup besar untuk merangkul itu semua, karena Indonesia terlalu besar untuk tugas yang saya pikul sendiri. Tapi saya percaya ada satu anugrah yang ilahi yang Tuhan sedang datangkan. Bahkan untuk konferensi yang akan kita adakan di bulan Agustus, saya percaya Tuhan akan menunjukkan kepada kita bagaimana kita akan bisa bekerja bersama untuk menyelesaikan tugas Tuhan.Iblis akan lakukan segala macam cara untuk menghancurkan kita, tapi kita akan bangkit atas bangsa ini, sehingga kita bisa menjagai teritorial yang ada dan menerima anugrah yang Tuhan sudah berikan.Anugrah itu adalah anugrah untuk terus bertekun dan memimpin sehingga kita akan bisa memerintah bersama dengan Kristus. Akan ada sebuah instruksi-instruksi khusus yang Tuhan ingin berikan. Melalui konferensi yang ada ini akan ada banyak penyelarasan-penyelarasan yang Tuhan akan lakukan dalam hidup kita. Dan ketika kita membuat penyesuaian tersebut maka aliran pekerjaan Roh akan terus meningkat dalam hidupmu.

1. Kita harus terus merepresentasikan keyakinan, kepercayaan dan kebenaran yang Bapa kita miliki. Saya percaya engkau akan ada bersama-sama dengan saya di garis akhir. Bahkan ketika engkau terus mempercayai saya, saya mempercayai saudara maka kita akan mengakhiri pelayanan ini bersama-sama.  Kita akan tuntaskan pekerjaan Tuhan sampai garis akhir dengan penuh kekuatan untuk Indonesia. Kita tidak boleh saling mematahkan atau saling merusak hirarki yang ada. Kita tidak boleh jalan sendiri, kita harus jalan bersama. Satu batu bata saja itu bukan sebuah tembok. Tapi ketika setiap batu bata disatukan kita bisa menjadi tembok penjaga. Belajarlah untuk merepresentasikan apa yang saya yakini, merepresentasikan Kebenaran. Apa yang telah saya ajarkan kepadamu saya belajar dari RohNya sendiri sehingga saya bisa melimpahkannya kepadamu, memuridkanmu. Ikutilah apa yang kuajarkan. Pastikan apa yang telah kuajarkan, engkau sebarluaskan. Jangan hanya belajar apa yang aku bagikan padamu, tapi bagikanlah itu, ajarkanlah itu, sehingga generasi yang berikut akan memahami kebenaran.Representasikan apa yang saya yakini dan representasikan kebenaran yang saya berikan kepadamu. Kita juga sedang merepresentasikan tim yang sedang kita bangun. Ini adalah suku kita.  Tidak perduli perbedaan yang kita bawa di ISAAC ini karena satu gembala berbeda dengan gembala lain, tapi tidak boleh ada perpecahan diantara kita. Kita adalah “suku” yang baru, suku yang sedang menerima mandat dan warisan rohani.(Bersambung...)

Renungan : 
• Masuklah kedalam dimensi impartasi yang disampaikan Papa Jonathan David.
• Bangun sikap hati yang benar! 

 

Sabtu, 12 Agustus 2017 : Nubuatan Indonesia June 2017 Ps. Jonathan David
(Lanjutan...)
Ada satu pola dan ada satu porsi yang penting yang harus kita mainkan di Indonesia. Tugas yang Tuhan berikan adalah untuk melihat Kristus dinyatakan dan melihat Gereja dibentuk ulang sehingga kota-kota dibangun kembali, dan bangsa ini akan mengalami transformasi. Kita adalah merupakan bagian dari kehidupan saudara kita, jadi kita harus merepresentasikan “suku rohani” kita dan menjadi tim pemenang bersama-sama. Saya membutuhkan saudara. Kita saling membutuhkan satu sama lain. Anugerah yang berbeda ini akan melengkapi satu sama lain. Ketika kita lemah, ada orang lain yang akan menguatkan kita. Ketika engkau jatuh, akan ada orang lain yang mengangkatmu.  Dan Tuhan rindu ini ada ditemukan di dalam kita, sehingga kita bisa menjadi satu di dalam Dia. Apa yang saya yakini tentang engkau  dan Kebenaran yang aku impartasikan kepadamu dan suku rohani dimana kita berbagi kehidupan satu sama lain, kita dapat merepresentasikannya. Kita punya tugas dari Tuhan. Saya ada disini bukan hanya menjadi berkat bagimu. Saya menjadi berkat bagi bangsa-bangsa sebagaimana aku menjadi berkat bagimu. Tapi Tuhan telah memanggil saya untuk mentransfer anugrah. Jika anugrah tidak ditransfer maka engkau akan terus bergumul dengan tugas yang Tuhan beri. Saya membutuhkan engkau di bulan agustus ini sehingga saya bisa menumpangkan tangan ke atasmu dan memindahkan warisan rohani yang ada sehingga engkau bisa mengambil mandat Tuhan. Engkau bisa memegang tongkat yang ada dan tidak akan pernah kehilangan itu. Engkau tidak akan berpaling ke kanan atau ke kiri lagi sebab akan ada pemindahan warisan rohani, sehingga kita bisa menyelesaikan tugas Tuhan bersama-sama. Saya sangat menghargai apa yang saya impartasikan dalam hidupmu, ada warisan rohani dalammu, ada kehidupan ilahi di dalammu. Saya ingini melihat benih itu tumbuh menjadi dewasa. Biarlah benih yang saya taburkan dalam hidupmu terus bertumbuh sehingga itu akan bertambah besar dan menjadi kuat di dalam hidupmu, di dalam nama Yesus. Saya melihat Tuhan akan memberi kepada kita teritorial yang luas, bukan hanya di sekitar gerejamu atau kotamu saja, tapi tugas yang Tuhan berikan kepada kita melampaui gereja, yaitu:

• Untuk membangkitkan generasi baru.
• Untuk menginspirasi setiap domain yang ada dan mempengaruhi setiap domain yang ada
• Untuk menginspirasi setiap generasi dan memberi dampak untuk setiap bangsa.

Renungan : 
• Temukan hasrat yang menyala-nyala dalammu.
• Pastikan saudara memiliki respon yang benar! 

 

Minggu, 13 Agustus 2017 : Nubuatan Indonesia June 2017 Ps. Jonathan David
(Selesai...)
Saya percaya Tuhan akan mempercayakan teritorial yang luas. Saya rindu engkau semakin jujur dan tulus supaya kita bisa bergerak bersama-sama. Sebab Bapa sedang menyampaikan sesuatu. Dia sedang berkata-kata dalam hati kita untuk secara serius kita mengambil tugas kita di Indonesia. Tuhan akan segera membalikkan gereja-gereja. Gereja-gereja akan dibentuk ulang dengan cara yang dahsyat, sehingga di masa depan akan menjadi hari-hari yang penuh kebangunan rohani, bahkan bangsa ini akan dijamah Tuhan. Konferensi di Agustus nanti akan banyak menggeser dan mengganti banyak hal di alam roh. Sehingga apa yang ada di surga akan datang. Sebab bumi ini akan menjadi satu dengan sorga.Bersiaplah untuk menjadi orang yang menerima deposito Kerajaan Sorga. Ini bukan hanya untuk ISAAC Network tapi untuk seluruh bangsa. Mari kita bicara kepada pemimpin-pemimpin yang berpengaruh, setiap teman yang kita kenal, setiap pemimpin, setiap gembala dan biarlah mereka mulai mendengar apa yang Roh Kudus sampaikan. Mari kita membangun sebuah model yang baru, sehingga orang-orang lain akan mulai melihat, mereka yang lemah bisa dikuatkan, mereka yang tidak mengetahui apa pun akan menerima penyingkapan pewahyuan. Saya memberi arahan, perintah kepadamu. Terimalah dengan serius. Karena ini adalah masa-masa yang penting bagi Indonesia. Kita harus mengusir ketakutan yang adadan teror harus mengalami ada ketakutan dalam mereka. Karena Yesus memberi kita kehidupan dan hidup yang berkelimpahan. Saya percaya sesuatu yang ilahi sedang datang atasmu. Mulai hari ini, doa yang saya naikkan akan saya tambah untuk hidupmu. Saya sedang menjangkau engkau. Bersiaplah karena Tuhan akan menggabungkanmu dalam barisan tentara yang sedang Dia bangkitkan. Di dalam nama Yesus. Amen.

Renungan : 
• Mulailah bergerak dengan dimensi rohmu.
• Bangunlah dimensi kesatuan roh dalam hidupmu!

 

Saat Teduh

Minggu I - Agustus 2017

 

Senin, 31 Juli 2017 : The Knowing Generation (1 Chronicles 12:32)


Banyak diantar kita ingin mengetahui sesuatu. Mengetahui masa depan, jodoh, karir, dan segalanya yang ingin kita ketahui. Hal itu lumrah saja, tapi tidak semua yang ingin Kita ketahui dapat kita tahu begitu saja. Tuhanlah yang Mahatahu. Kita bukan yang Mahatahu. Dia mengetahui​ segala hal bahkan yang belum kita pikirkan sekalipun. Namun ada suatu suku bangsa yaitu Bani Isakhar yang mengetahui waktu dan masa. Mereka tahu kapan untuk menuai, menabur, berperang, atau beristirahat dari perang. Terkadang Kita menyepelekan generasi muda yang sok tahu, tapi generasi muda juga tidaklah perlu merasa serbatahu dibanding generasi tua. Mesti ada jembatan antara yang muda dan tua. Yang terdahulu dan terkemudian. Sebaiknya generasi tua harus banyak memberitahu generasi muda sehingga tongkat estafet dapat diteruskan ke generasi berikutnya. Perlu ada generasi penerus/ suksesi. Pelayanan generasi harusnya tidak boleh gagal. Tidak boleh terputus. Agar ada transfer legacy. Sebagai generasi terdahulu, marilah kita banyak bercerta kepada generasi terkemudian. Ceritakan kisah hidup yang berkemenangan bersama Yesus Kristus Tuhan. Ceritakan kebesaran, kehebatan, kedahsyatan Tuhan dalam hidupmu. Ceritakan kepada sebanyak orang yang kamu kenal. Maka akan ada kepercayaan Dan terbangun ikat janji sehingga transfer legacy dapat berlansung kepada generasi berikutnya.

Renungan : 
Apakah peran kita selaku generasi terdahulu bagi generasi berikutnya?
Sudahlah Kita menceritakan kehebatan, kebaikan, kedahsyatan Tuhan bagi generasi berikutnya? Sebutkan secara lisan kehebatan, kebaikan, kedahsyatan, kebesaran Tuhan yang akan kamu ceritakan bagi generasi berikutnya!

 

Selasa, 01 Agustus 2017 : Akurat (Yohanes 8:38)


Kadang kita berfikir apa yang kita lakukan tidak ada yang salah, semuanya adalah rohani. Tetapi ketika ukuran kita sudah di sebut sebagai Gereja maka bukanlah levelnya  hanya  pada "BENAR"  yang kita lakukan tetapi juga "AKURAT". Kita ingat bagaimana Yesus hanya menyembuhkan satu orang saja di kolam Bethesda padahal pastilah di sekeliling kolam itu banyak orang sakit menantikan goncangan air itu, dan orang yang mengalami kesembuhan hanyalah orang pertama yang masuk ke kolam itu ketika air kolam itu bergoncang. Yesus berada disana ketika Dia bertanya kepada seorang lumpuh 38 tahun, "maukah engkau sembuh?". Mengapa Yesus hanya menyembuhkan 1 orang saja ? bukankah sebenar nya adalah "benar" dan "rohani" jika Dia menyembuhkan semua orang yang haus dan lapar yang menantikan Tuhan, yang menunggu jamahan Tuhan lewat air kolam itu supaya mereka disembuhkan ? Bahkan sudah bertahun tahun menunggu? Jika prinsipnya "benar" saja, tidak ada yang salah, semua nilainya adalah rohani, maka seharusnya semua orang sakit yang berkeliling di kolam itu harus disembuhkan. Tapi kenyataanya tidak begitu, mengapa? Karena Yesus hanya melakukan yang disuruhkan oleh bapaNya. Yesus tidak lagi menggunakan inspirasi dari dirinya sendiri walaupun kita tau hal itu bisa dilakukan karena Dia adalah Tuhan. Kebergantungan Yesus kepada BapaNya menjadi POLA bagi kita dan inilah STANDAR GEREJA. Demikianlah caranya Gereja bisa merepresentasikan dan mempersentasikan bapa.

Renungan : 
Ada dimanakah level saudara saat ini? Benar atau akurat?
Pola hidup apa yang bisa diteladani dari hidup saudara?

 

Rabu, 02 Agustus 2017 : Mengikuti Cara Kerja Tuhan Itulah Yang Membuat Kita Akurat (Yohanes 8:38)


Apa yang Kulihat pada Bapa itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu. Kita harus selalu mendengar arahanNya, suaraNya tiap tiap waktu. Kita tidak bisa berpatokan kepada pengalaman kita sekalipun itu pengalaman bersama Tuhan di waktu yang lalu. Karena FirmanNya selalu baru tiap hari. Jadi inspirasi yang kita miliki dan cara cara kita bertindak haruslah karena di inspirasikan Tuhan kepada kita, bukan karena bisa kita lakukan atau karena kita anggap baik. Jadi hal itu tidak di mulai dari diri kita. Kita lihat dalam perjalanan Israel di padang gurun, ada 2 jawaban/arahan Tuhan yang berbeda terhadap satu keadaan,  satu situasi yang sama. Ketika orang orang Israel marah kepada Musa karena mereka tidak mendapat air.

Dalam Keluaran 17 : 1 - 6 :
ay 1 :  tidak ada air
ay 2 :  mereka bertengkar dengan Musa
ay 3 :  mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari tanah mesir ?
ay 6 :  Tuhan menyuruh Musa memukul gunung batu itu....maka air keluar

dalam Bilangan 20 : 1 - 12
ay 2 : tidak ada air
ay 3 : mereka bertengkar dengan Musa
ay 5 : mengapa memimpin kami keluar dari Mesir ?
ay 8 : Tuhan menyuruh Musa untuk mengatakan kepada bukit batu itu supaya bukit batu itu mengeluarkan air di depan mata bangsa itu.

Apa yang dilakukan Musa ? ay 11 : Musa justru memukul bukit batu itu. Jadi Musa tidak melakukan seperti arahan Tuhan. Saat itulah dikatakan Musa sudah berakhir/berhenti. Dia tidak sampai lagi ke tanah Kanaan ke tanah Perjanjian.

Mari kita belajar mengerti dan memahami cara kerja Tuhan. Pengalaman kita, pandangan dan pertimbangan kita tidak bisa dijadikan dasar untuk bertindak. Tetapi suara Tuhan itulah patokan kita dan kunci perjalanan kita sampai kepada destiny.

Reenungan :
1. Kepekaan mendengar suara Tuhan adalah karena keterhubungan kita dengan bapa. Pahami hal ini dengan mendalam.
2. Latih tiap-tiap hari keintiman dengan Tuhan supaya ke akuratan terbentuk di dalam kita.

 

Kamis, 03 Agustus 2017 : Mengekspresikan Kehidupan Kristus (Yohanes 1 : 18) 


“Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya. Yesus sebagai Anak Tunggal Allah seorang sajalah yang pernah melihat Allah.  Yesus sebagai anak telah berhasil memaparkan siapa Bapa-Nya.  Kehidupannya mengekspresikan siapa Bapa-Nya.  Kita dapat mengetahuinya dari Alkitab.  Ketika angin ribut melanda, Yesus tenang dan tidak panik, tetapi murid-muridnya berbeda ekspresinya.  Ketika Yesus dihina, dicaci, dikhianati bahkan di ludahi dan disiksa, tidak ada dendam di hati-Nya dan tidak pernah Dia berpikir untuk membalaskannya. Banyak cerita lainnya di alkitab yang menceritakan tentang kehidupan Yesus. Filipi 2 : 5  7 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Apa yang dilakukan Yesus adalah Yesus sebagai manusia. Bukan sebagai Tuhan.  Murid-murid Yesus sebagai anak-anak rohaninya juga berhasil mewakili Yesus. Yohanes 1 : 12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; Kita adalah orang yang percaya, sehingga kita diberi kuasa menjadi anak-anak Allah.  Sehingga kita juga seharusnya bisa mewakilkan Yesus di bumi.  Ketika Dia tidak marah dan tidak sakit hati ketika direndahkan, kita juga bisa melakukannya.  Sehingga orang-orang bisa melihat Kristus ada di dalam kita. 

Renungan :
Karakter apa di dalam hidup saudara yang sudah mengekspresikan kehidupan Kristus ?
Bagaimana supaya karakter Kristus terbentuk di dalam hidup saudara ? 

 

Jumat, 04 Agustus 2017 : Apakah Yang Menjadi Ukuran Sukses?


Sering sekali kita berfikir ketika kita memiliki rumah, mobil, sudah menikah, memiliki anak dan harta kekayaan lainnya kita merasa kita sudah sukses. Bahkan tidak jarang juga kita berkata kesuksesan yang kita raih adalah berkat Tuhan. Kita beranggapan kita sudah mencintai Tuhan dengan sungguh-sungguh sehingga kita diberikan berkat yang melimpah. Dan sering sekali kita mendengar orang lain berkata kalau kenal Tuhan seharusnya hidupnya sudah sukses? Dan kita mengejar kesuksesan yang secara lahiriah, dan kita menunjukan kepada orang lain dan berkata inilah berkat Tuhan kepada saya dengan kesuksesan saya sekarang, ini lah bukti bahwa saya mencintai Tuhan. Seperti apa sebenarnya sukses itu? Apa yang ada di pikiran kita dengan kata sukses ini? Sukses bukan lah hal lahiriah yang bisa dilihat oleh mata jasmani kita tetapi bagaimana Kristus itu terbangun di dalam hidup kita. Pengaruh perkataan orang terkadang membuat kita mengejar kesuksesan dunia ini, kita takut dikatakan sudah mengenal Tuhan tidak punya apa-apa bahkan bagi saudara yang belom menikah saudara dikatakan belom sukses, atau bagi saudara yang belom punya anak saudara dikatakan belom sukses, bahkan hidup yang pas-pasan saat sekarang ini itu menjadi bahwa saudara belom sukses. Tuhan menciptakan saudara dari semula dan menetapkan saudara untuk tujuanNya. Apapun akan dilakukannya untuk menggenapkan tujuanNya. Inilah bagian kita yaitu menjadi penggenap seluruh kehendak Bapa artinya kita harus sukses sampai kepada garis akhir. Mengapa kita harus hidup dari apa yang dilihat orang lain tentang diri kita? Mengapa kita harus hidup dari penilaian orang lain? Kesuksesan sesungguhnya itu adalah bagaimana kehidupan Kristus itu termanisfestasi lewat hidup saudara dan itu bisa dilihat dan dirasakan orang lain. Kita harus terus membangunnya didalam kehidupan kita sehari-hari dan sebagai dasarnya ialah firman dan roh. Inilah ukuran kesuksesan sesungguhnya dimana Kristus terbangun di dalam hidup kita. Mari mulai membangun hidup kita dari hal terkecil dan bandingkan dengan karakter Kristus. Kesabaran, ketulusan, kemurnian dan semua hal yang menjadi karakter Kristus harus terbangun didalam hidup kita. Setelah itu terbangun maka orang lain akan melihat Kristus itu lewat hidup kita dan akan banyak orang diberkati dan diubahkan bahkan kota dan bangsa kita. Inilah yang harus kita kejar.

Renungan :
1. Mari cek hidup saudara sukses sperti apa sesungguhnya yang saudara kejar selama ini?
2. Kehidupan Kristus harus terbangun didalam hidup saudara sehingga saudara dikatakan sukses. Berikan satu contoh bahwa saudara sedang belajar menjadi orang sukses didalam kehidupan sehari-hari artinya kehidupan Kristus sudah mulai terbangun didalam hiduo saudara.

 

Sabtu, 05 Agustus 2017 : Kehidupan Yang Baru Di Dalam Kristus (Gal 2:20)


Ketika kita lahir baru mungkin kita pernah diajarkan bagaimana kehidupan yang baru di dalam Kristus. Diceritakan bahwa sekarang Kristus yang bertahta di dalam hidup kita, kita tidak punya kendali atas hidup kita.  Hal ini dijelaskan dengan ayat Firman Tuhan di dalam Gal 2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. Kita dituntut untuk hidup sesuai dengan apa yang kita terima dari Tuhan. Apa yang Tuhan katakan tentang hidup kita, bukan apa yang kita katakan tentang hidup kita, apa yang dikatakan orang tua kita tentang hidup kita, apa yang kita dengar dari lingkungan tentang kehidupan kita. Maka sangatlah penting kita mengetahui apa yang Tuhan katakan tentang hidup kita. Kita tahu tujuan Tuhan menciptakan kita. Jadi tidak ada lagi berbicara tentang hidup kita namun semua berbicara tentang kehidupan Tuhan dalam kita. Itulah yang Tuhan Yesus kerjakan selama Ia ada di dunia untuk menggenapkan semua yang Tuhan sudah Firman kan. Apa yang Bapa perintahkan untuk Dia kerjakan selama ada di dunia. Dan Ia menggenapi semuanya, tanpa ada satupun yang gugur. Bagaimana dengan hidup kita, karena kita adalah suksesi dari apa yang Tuhan Yesus kerjakan selama di bumi. Kita harus terus melangkah di dalam jalan-jalan yang Tuhan telah tetapkan harus kita jalani. Yusuf menjalani kehidupannya menjadi representasi dari Yakub (Kej 37:1), Tuhan Yesus menjalani kehidupannya menjadi representasi dari Allah Bapa, kita harus menjadi representasi dari kehidupan Kristus dalam kehidupan Bapa-bapa rohani kita. Kita terus mengejar anugrah yang Tuhan telah limpahkan kepada bapa rohani kita. Menjadi anak yang senantiasa taat di dalam rumah, mau terus dibentuk dan disunat sampai rupa Kristus semakin terlihat dalam kehidupan kita. Sehingga Tuhan dipermuliakan melalui apa yang kita kerjakan, karena bukan tentang hidup kita lagi tapi tentang kehidupan Tuhan yang dinyatakan.

Renungan:
1. Mari terus evaluasi kehidupan kita, sudahkah keegoan kita sudah semakin disunat?
2. Mari evaluasi dalam kehidupan kita sehari-hari, perkataan siapa yang sangat mempengaruhi hidup kita, perkataan teman, perkataan lingkungan, perkataan saudara atau perkataan pemimpin rohani?
3. Bagaimana cara kita tahu kehendak Tuhan?
4. Kita adalah representasi dari pemimpin rohani kita, mari evaluasi hidup kita sudahkah kita menjadi representasi dari kehidupan pemimpin rohani kita?

 

Minggu, 06 Agustus 2017 : Mengalami Terobosan Kehidupan (Yesaya 43:18-19) 


firman-Nya: "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. Dalam firman tersebut kita di ajak untuk membayangkan bagaimana caranya membuat jalan di padang gurun? Bagaimana caranya membuat sungai-sungai di padang belantara? Kita membutuhkan terobosan yang baru supaya kita bisa mengikuti cara kerja Tuhan. Tuhan tidak pernah bekerja dengan pola yang lama, pola yang sama. Dia selalu bekerja dengan cara yang khusus dan unik. Firman di atas mengarahkan kita untuk menghapus seluruh masa lalu kita. Mulailah berjalan dengan keyakinan dan kepenuhan yang ilahi. 

Renungan : 
Ekspresikan Kristus dalam hidupmu
Mulailah buat hidupmu menjadi sangat mudah dibentuk oleh Tuhan sesuai rencanaNya.

 

Saat Teduh

Minggu IV - July 2017

 

Senin, 24 Juli 2017 : Apa Yang Sudah Kita Miliki Untuk Kita Wariskan Kepada Generasi Berikutnya?


Kita sering mendengar seorang ayah atau seorang ibu berkata' saya akan bekerja keras dimasa saya bisa bekerja supaya kelak saya bisa mewariskan sesuatu yang berharga untuk anak cucu saya'. Sama hal nya dengan kita sebagai gereja Tuhan, apakah kita pernah berfikir apa yang akan kita wariskan kepada generasi berikutnya? Ini bukan lah berbicara hal natural tetapi bagaimana kita membangun hidup kita di dalam dimensi supranatural dan itu akan kita wariskan kepada generasi yang akan datang. Apa yang kita miliki? Kesetiaan, kepercayaan, hubungan yang baik? Apakah kita sudah memilikinya? Kita harus membangun kehidupan yang supranatural itu terlebih dahulu di dalam hidup kita pribadi lepas pribadi dan itu harus dibangun dengan kesungguhsungguhan dan secara berkelanjutan. Apa yang bisa kita lihat di generasi yang akan datang ini? Pengaruh dunia sangat kuat mempengaruhi kehidupan mereka dan kegagalan generasi sebelumnya membuat mereka mengambil langkah yang tidak benar. 
Kita harus menjadi pola dan inspirasi untuk generasi yang akan datang artinya kita harus bangun terlebih dahulu hidup kita dengan firman dan roh, hal-hal natural tidak akan mampu membuat kita menjadi pola dan inspirasi untuk generasi berikutnya. Kita harus mewariskan hal-hal yang supranatural yang membuat mereka kuat didalam roh sehingga menjadikannya menjadi generasi yang menyelesaikan (finishing generation). Bangun terus hidup kita dengan memiliki hubungan yang kuat dan kepercayaan kepada saudara-saudara di dalam ikat janji serta bangun terus hidup kita dalam ikat janji yang ada di dalam rumah rohani. Perjalanan ini tidak berhenti di generasi ini dan tongkat estafet harus diteruskan kepada generasi berikutnya. Siapkan diri saudara menjadi generasi yang akan mampu mewariskan kehidupan yang supranatural kepada generasi berikutnya karena kita akan menjadi penggenap akan seluruh kehendak Tuhan yang gigih dan perkasa yang siap mengambil alih kota dan bangsa.
Renungan :
1. Seberapa besar kesiapan saudara menjadi seorang generasi yang siap mewariskan kehidupan yang supranatural kepada generasi berikutnya? Apa yang sudah saudara miliki sejauh ini dan itu sudah terbangun kuat di dalam kehidupan saudara.
2. Bangun terus hubungan yang kuat dan ikat janji yang kuat dengan saudara-saudara di dalam rumah rohani.



Selasa, 25 Juli 2017 : Terhubung Dengan Akurat (II Raja-Raja 5 : 1  17)


Di Alkitab banyak cerita yang mengisahkan tentang hubungan yang terjalin antara dua atau lebih manusia.  Seperti hubungan antara Yesus dengan 12 muridnya, Elia dan Elisa, hubungan antara anak perempuan di rumah Naaman dengan keluarganya, Daud dan Yonathan dan lain sebagainya.  Hubungan yang terjalin antara mereka adalah hubungan yang dikenan oleh Tuhan.  Sehingga hubungan mereka menghasilkan dampak bagi generasi berikutnya.  
Dalam II Raja-Raja 5 : 1  17 dikisahkan tentang anak perempuan di rumah Naaman yang berhasil membuat tuannya percaya kepada Allah.  Kita bisa melihat bahwa anak perempuan ini adalah seorang pelayan di rumah Naaman yang merupakan panglima raja Aram.  Tetapi walaupun dia seorang pelayan, majikannya percaya kepadanya dan mengikuti sarannya.  Berarti ada sesuatu yang telah dibangun dalam diri anak perempuan ini sehingga dapat membuat majikannya percaya kepadanya.  Anak perempuan ini berasal dari negeri  Israel yang mengenal Nabi Elisa.  Dia percaya bahwa Elisa sanggup menyembuhkan tuannya. Dari cerita ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa anak perempuan ini terhubung dengan Elisa.  Firman yang bertumbuh dalam diri anak perempuan ini lah yang membuat majikannya percaya kepadanya.  Majikannya bisa melihat dan merasakan ada yang berbeda dalam dia,  melalui perkataannya maupun perbuatannya.  
Bagaimana hubungan yang kita bangun dengan suami atau istri kita, dengan anak, dengan tetangga,  rekan kerja kita dikantor, teman-teman kita disekolah ?  Apakah mereka bisa melihat dan merasakan Kristus yang di dalam kita melalui perkataan kita maupun perbuatan kita ? Jangan kita menjalin hubungan dengan orang lain sebatas teman untuk curhat, berbagi gossip, supaya ada teman buat jalan-jalan.  Itu adalah hubungan yang natural.  Yang tidak akan berdampak dan tidak dapat membawa perubahan bagi orang-orang disekitar kita.  Bangunlah hubungan yang didasari oleh kasih yang murni bukan untuk mencari keuntungan dari orang lain, hubungan yang terjadi karena ada patron ilahi yang terbangun dalam hidup kita, yang membuat orang lain mengikut kita dan orang tersebut mengalami perubahan.  Bukan karena kuat gagah kita, tetapi karena Firman yang terus bertumbuh dalam kita.  Sehingga kita bisa mengimpartasikan apa yang telah dibangun Tuhan dalam hidup kita kepada orang lain.
Renungan :
Bacalah kisah tentang Naomi dan Ruth.  Mengapa Ruth mau meninggalkan keluarganya bahkan negerinya untuk mengikuti Naomi mertuanya ?
Bagaimana hubungan saudara dengan suami atau istri, anak, tetangga, rekan sekerja ? apakah kehidupan saudara sudah membawa dampak bagi mereka ? 





Rabu, 26 Juli 2017 : Menjadi Inspirasi Dalam Perbuatan Baik Dari Generasi Ke Generasi (Matius 5 : 16)


Matius 5 : 16 mencatat: Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. 
Hidup kita harus menjadi inspirasi bagi hidup orang lain, terutama harus menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya. Generasi berikutnya harus dapat melihat terang yang bercahaya pada diri kita. Generasi berikutnya harus bisa merasakan perbuatan baik yang ada pada diri kita, sehingga hal itu akan menginspirasi kehidupan mereka. Dalam Alkitab kita menemukan banyak sekali tokoh-tokoh inspirasional yang sengaja Tuhan tunjukkan kepada kita, agar kita dapat memahami bagaimana seharusnya kita hidup dan bagaimana Tuhan bekerja dari generasi ke generasi. Setiap generasi harus menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya, sebab pelayanan ini adalah pelayanan antar generasi. Itu sebabnya Tuhan selalu berkata Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Ishak mendapat inspirasi dari Abraham dan Yakub mendapatkan inspirasi dari Ishak. 
Inspirasi adalah suatu proses yang mendorong atau merangsang pikiran untuk melakukan suatu tindakan-tindakan kreatif dan penuh makna. Seorang anak tidak perlu dipaksa-paksa untuk belajar dan mengerjakan PR ketika dia sudah terinspirasi dari seseorang yang cerdas, seseorang yang dapat membagi waktunya untuk belajar dan bermain. Sebuah inspirasi dalam keteladanan, itulah yang dibutuhkan generasi berikutnya. Keteladanan dalam kasih. Keteladanan dalam perbuatan baik. Mungkin saja perbuatan baik kita bukanlah perbuatan yang besar, tetapi dapat memberikan ispirasi bagi orang lain.  Bunda Teresa pernah berkata;  Dalam kehidupan ini kita tidak dapat selalu melakukan hal-hal yang besar, tetapi kita dapat selalu melakukan banyak hal kecil dengan cinta yang besar. Ketika kita hidup dengan kasih, hidup dalam sukacita, hidup dalam damai sejahtera, hidup dalam kesabaran, hidup dalam kemurahan, hidup dalam kebaikan, hidup dalam kesetiaan, hidup dalam kelemahlembutan, dan hidup dalam penguasaan diri, maka hal itu sudah menjadi inspirasi bagi orang lain. Ketika orang lain dapat melihat, ketika generasi berikutnya dapat merasakan, maka akan tiba saatnya mereka memuliakan BAPA kita yang di Sorga. Itulah sukacita kita yang sejati. Amin.

Renungan :
Apakah cara kita hidup sudah menjadi inspirasi bagi orang lain, terutama bagi generasi berikutnya?
Pastikan Roh terus menginspirasi hidup kita, sehingga hidup kita memancarkan terang dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.

Kamis, 27 Juli 2017 : Terjebak Dengan Kesibukan (Matius 6:25)  


Matius 6;25    Karena itu AKU berkata kepadamu: Jangan lah kuatir akan hidupmu akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan jangan lah pula kuatir akan tubuhmu akan apa yang hendak kamu pakai . Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
Kesibukan adalah suatu pemandangan yang setiap hari dapat kita saksikan.  Khususnya di kota Medan kita berhadapan setiap hari dengan hingar bingar kota, jalanan yang padat, kesibukan di sana sini, yang sering kali membuat kita tidak nyaman bahkan jadi tertekan.  Banyak nya target dan hal-hal yang akan di capai, membuat kita berfokus pada hal-hal tersebut.  Yang bagian marketing mengejar target harus mencapai omzet sekian ratus juta dalam bulan ini, yang mahasiswa dan pelajar memiliki target untuk bisa mencapai nilai tertentu dan lulus pada waktu yang tepat, bahkan para Hamba Tuhan rata-rata ingin mencapai target dengan memenangkan sejumlah jiwa-jiwa dan itu menjadi ukuran kesuksesannya.
Semua hal tersebut,  adalah baik karena orang akan berpacu untuk mengerjakannya, namun kita bisa terjebak di dalam kesibukan tersebut sehingga ada hal yang lebih penting yang terabaikan.  Contoh: seringkali orang mengabaikan sebuah hubungan demi memperoleh sebuah target. Artinya hubungan bisa menjadi rusak atau renggang karena sangat berambisi untuk mencapai target yang telah di tetapkan.  Karena target dan pencapain yang ingin di raih orang jadi bersifat egois, tidak memiliki waktu untuk memperhatikan keluarga, sekelilingnya atau pun orang lain.
Sebagai umat pilihanNYA,  Tuhan  mengingatkan kita di Mazmur 127:2....sebab IA memberikannya kepada yang dicintaiNYA pada waktu tidur. Tidur menggambarkan kondisi tenang penuh keyakinan akan penjagaan Tuhan, sebenarnya ketika kita terjebak dengan kesibukan-kesibukan yang banyak secara tidak sadar itu menggambarkan kekuatiran hidup .  Fokus kita akan beralih kepada hal-hal yang baik menurut kita, di situ lah roh babel berhasil menanamkan benihnya. Fokus kita menjadi diri sendiri, tidak lagi mengekspresikan kebutuhan Tuhan. Pikiran kita menjadi terkunci, ekspresi dimensi Ilahi menjadi pudar, digantikan dengan tekanan, kekuatiran, bersifat kasar, gampang emosi, kurang pengendalian diri. Bahkan kita ditarik kesibukan sehingga tidak memiliki waktu spesial bersekutu dengan Tuhan. Perenungan Firman dan doa mulai mengalami penurunan.
Renungan:  
Apakah kita mengalami kondisi seperti di atas? Segera ambil waktu yang sangat special untuk membangkitkan kembali manusia roh, doa meluap-luap dan deklerasikan Firman Tuhan yang pernah kita terima.
Renungkan kembali tujuan dan untuk apa semua pencapain itu? Yang Tuhan inginkan adalah terbangunnya Kehidupan yang Ilahi bukan apa yang kita capai.

Jumat, 28 Juli 2017 : Mazmur 103:1-22
Give thanks with a grateful heart....Give thanks to the Holy One!


Naikkan ucapan syukurmu pagi ini, mulailah dengan hati yang  bergairah datang kepada Tuhan atas semua kebaikan dan penyertaanNya. Jangan jadikan banyaknya rencana yang ingin kita kerjakan hari ini mengurangi kualitas saat-saat teduh bersamaNya. Mari kita menjadi orang-orang yang membangun iklim selalu mengucap syukur dan berterimakasih kepada Tuhan. Semakin banyak orang yang dapat kita pengaruhi untuk melakukan hal yang sama maka iklim kota kita pasti berubah. Percayalah!!! Jika saudara bangun iklim keteraturan, kejujuran, kebersihan, ketertiban itu akan membentuk budaya kota. Kota juga akan  mulai mencintai kejujuran, keteraturan, kebersihan dan ketertiban. Mari kita bangun itu dari rumah, dari pribadi kita sendiri terlebih dahulu. Bagaimana reaksi saudara terhadap panasnya kemarau yang melanda wilayah kita saat ini, terhadap macetnya lalu lintas, terhadap perubahan yang mendadak, terhadap penundaan keinginan kita? Seberapa sering kita berkeluh kesah? Coba telisik dan jujurlah terhadap diri sendiri. Mari kita belajar dari Daud, dari Mazmur 103 bagaimana doa dan ucapan syukur Daud bisa diekspresikan dengan benar.

Renungan : 
1. Coba catat ucapan syukurmu hari ini. Lihat kembali tulisanmu dan renungkan betapa Allah memelihara hidupmu sedemikian rupa.
2. Jadikan prinsip selalu mengucap syukur dan berterimakasih kepada Tuhan menjadi gaya hidupmu sehari-hari.

Sabtu, 29 Juli 2017 : What is the motivation that drives you? (Yohanes 6 : 25  40)


Setelah Yesus memberi makan 5.000 orang hanya dengan 5 roti dan 2 ikan maka orang banyak terus mencari-cari Yesus.  Mereka mencari Yesus karena mereka dapat makan dan kenyang. Bagaimana dengan kita ? Apa motivasi kita datang ke gereja? Apa motivasi kita berdoa? Apakah kita melakukan hal-hal yang rohani supaya kita diberkati, supaya disembuhkan, supaya sukses?  Mereka seharusnya mencari Yesus bukan hanya karena muzijat yang Dia lakukan saja, tetapi mengejar apa maksud dari tanda-tanda (mujizat-mujizat) yang sudah Yesus buat. Yesus berkata Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."  Tuhan tidak melarang kita untuk bekerja di tempat kita sekarang berada, tetapi kita harus tahu apa tujuan Tuhan menempatkan kita di sana.  Kita bekerja bukan hanya semata-mata untuk mendapatkan materi, tapi tugas kita yang utama adalah kita bisa mempengaruhi tempat atau domain kita menjadi benar, sistem yang ada disana menjadi benar, pergaulan menjadi benar.  Tuhan memberi keselamatan kepada kita bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi melalui hidup kita orang lain juga bisa diselamatkan. Cinta akan diri sendiri, cinta akan dunia dan cinta akan uang bukan menjadi kehidupan kita.

Renungan :
Apa tujuan Tuhan menempatkan saudara di domain pekerjaan sekarang ini? Mintalah anugerah dari Tuhan dan aktifkan roh saudara untuk mendapatkan jawabannya.
Apakah hidup kita sudah berguna atau kita sudah mempengaruhi orang lain menjadi benar? Tuliskan lah pengalaman saudara. Jangan berhenti untuk terus membangun roh kita.  Karena hanya roh yang bisa mempengaruhi hidup orang lain.

Minggu, 30 Juli 2017 : Yesaya 61: 3


Selama perjalanan rohani kita sampai saat ini, pasti sudah banyak hal-hal yang kita ketahui sesuai arahan dalam rumah. Namun perlu diupayakan lebih lagi agar apa yang kita ketahui bukan berhenti sebatas level informasi bagi kita. Bila masih sebatas informasi, arahan/pengajaran itu masih sering dipercakapkan saja, namun belum ada tindakan nyata yang konsisten sehingga membentuk sebuah karakter dalam kehidupan kita. Sudahkah prinsip-prinsip Kebenaran itu terbangun dalam diri kita masing-masing? Dikatakan terbangun artinya pengajaranpengajaran dari para hambaNya meresap kepada hidup kita. Terlihat nyata minimal oleh orang-orang disekelilingmu, dapat dirasakan oleh saudara-saudara dalam rumah rohani, dapat dinikmati orang-orang terdekatmu.

Renungan : 
Berikan penilaian terhadap dirimu sendirimu, prinsip-prinsip apa yang sudah terbangun dari dalam dirimu? 
Rencanakan hal-hal strategis bagaimana meningkatkan kualitas dirimu terutama dalam aspek spiritual.

 

Saat Teduh

Minggu III - July 2017

 

Senin, 17 Juli 2017 : Menjadi Penggenap Seluruh Kehendak Allah (Matius 3:15)

Menjadi penggenap seluruh kehendak Allah berarti kita harus tahu terlebih dahulu apa itu kehendak Allah. Bagaimana kita mengetahui apa yang menjadi kehendak Allah? Jika kita hidup dalam kenaturalan maka kita tidak akan bisa menjadi penggenap seluruh kehendak Allah. Tetapi ketika kita membangun hidup kita senantiasa dalam keakuratan maka kita akan tau apa yang menjadi kehendak Allah. Yesus mengambil posisinya sebagai anak dan melakukan apa yang menjadi kehendak Bapanya, posisi ini juga yang harus kita lakukan sebagai gereja. Kita harus bisa menjadi penggenap seluruh kehendap Allah. Yesus telah menunjukkan polanya sehingga kita tidak lagi bingung apa yang harus kita lakukan tetapi polanya sudah ada. Kita harus membangun hidup kita secara terus menerus lewat penyembahan kita, bahasa roh yang meluap-luap, perenungan firman. Menjadi penggenap seluruh kehendak Allah, kita harus menjagai hidup kita dari setiap apapun yang datang dari luar atau dari dalam diri kita artinya tidak ada lagi kontaminasi. Kita tidak lagi bisa bermain-main, berleha-leha, kita harus mengarahnya seluruh hidup kita kepada apa yang menjadi kehendakNya. Bahkan kesehatan dan fisik kita juga harus kita jagai karena kita akan menjadi penggenap seluruh kehendak Allah. Ketika Yesus memposisikan dirinya menjadi penggenap kehendak Bapanya, Dia juga menunjukkan ketaatanNya terbukti pada saat Dia dibabtis oleh Yohanes pembabtis surga pun terbuka. Kehidupan kita juga haruslah seperti Yesus, kemanapun kita pergi atau dimanapun kita berada seharusnya kita membawa surga yang terbuka atas tempat-tempat yang kita duduki, atas keluarga kita, atas kota dan bangsa kita. Siapkan diri kita sebagai penggenap seluruh kehendak Allah.

Renungan :
1. Apa yang sudah saudara siapkan selama ini sehingga saudara bisa menjadi penggenap seluruh kehendak Allah?
2. Bangun terus manusia roh saudara lewat penyembahan, bahasa roh dan deklarasi sehingga saudara semakin akurat dan mengerti apa yang menjadi kehendak Allah.

Selasa, 18 Juli 2017 : Jangan Masuk Pada Stasiun Pertimbangan (Matius 3 :15)  


Tuhan Yesus memberikan sebuah pola ketaatan, bahwa apa yang Yesus lakukan adalah semata-mata untuk menggenapkan seluruh kehendak Bapa. Jika Yesus sebagai manusia memakai pemikiran yang natural, pasti Ia akan menerima apa yang dikatakan Yohanes di kitab Matius 4 :14  Tetapi Johanes mencegah Dia, katanya Akulah yang perlu dibaptis oleh MU, dan Engkau yang datang kepadaku. Namun  Yesus sangat akurat apa yang telah di firmankan bahwa Yesus harus di baptis oleh Yohanes harus dilakukan karena hal itu untuk menggenapkan apa yang telah di firmankan. Yesus telah menerima benih firman bahwa Dia akan dibaptis oleh Yohanes, dan hal itu harus diwujudkan menjadi buah, jangan hanya berhenti menerima benih, tapi benih harus menjadi pohon dan pohon yang akan menghasilkan buah, dan buah lah yang dapat di petik/dinikmati. Saat penggenapan Firman terjadi, sorga akan merespon dengan sorga terbuka Roh Kudus tercurah dan sesuatu yang baru pasti terjadi. Demikan lah kita saat ini sebagai umat Tuhan yang telah ditetapkan Tuhan dari semula sebelum dunia dijadikan yaitu menjadi gerejaNYA.  Kita ada, terlahir untuk sebuah tujuan sorga , yaitu untuk menghadirkan KerajaanNYA di bumi, menjadi surat Kristus yang hidup yang memanifestasikan kehidupan Tuhan, agar orang dapat melihat karya Tuhan, pemerintahan Tuhan,  kedaulatan Tuhan dapat nyata di dalam gerejaNYA.  It Is not about you, but HIS will, Let It be done to me according to YOUR WILL.  Saat benih Firman kita terima hendak lah kita seperti Maria yang mengatakan Jadilah padaku seperti yang Kau katakan, bukan seperti Imam Zakaria yang tidak yakin bahwa Firman akan terwujud.  Firman telah di lepaskan atas kota kita, Medan tercinta....Tuhan ingin melahirkan Medan yang baru, Medan yang tertata, Medan yang damai.  Jangan ada stasiun pertimbangan di hati/pikiran kita, mungkin kah???.  Firman bukan untuk dipertimbangkan tapi untuk dihidupi, apa yang telah disampaikan bapa rohani kita, kita selaraskan hidup, membuang pikiran yang sia-sia dan menaklukkannya kepada pikiran Kristus . Pelihara terus kesadaran  bahwa  kita lah harapan bagi kota ini,  Become Life giver and dream inspiring

Perenungan:  
Tumbuhkan terus kesadaran akan tujuan dan kehendakNYA atas kota kita tercinta, dengan mempersiapkan diri dengan kedatangan hambaNYA ke atas kota ini.
Buang segala keraguan atas Firman yang telah dilepaskan, agar benih tidak hanya sebatas benih tapi menghasilkan buah yang telah di nanti-nantikan segala makluk.


Rabu, 19 Juli 2017 : Mengetahui Kehendak Bapa Dan Mengerjakannya Dengan Akurat (Matius 3 : 13  17)


Apakah saudara pernah melakukan sesuatu yang sepertinya tidak masuk akal ? atau yang bertentangan dengan pikiran saudara ?  Yohanes pernah melakukannya.  Ketika Yesus datang dari Galilea ke Yordan untuk dibaptis, Yohanes menolaknya, karena dia merasa tidak layak untuk membaptis Yesus.  Menurut Yohanes, dialah yang seharusnya dibaptis oleh Yesus.   Secara pikiran atau menurut logika kita, benarlah apa yang dikatakan oleh Yohanes.  Tetapi Yesus berkata Biarlah hal ini terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.  Yeusus tidak menggunakan pikiran-Nya dalam memutuskan hal ini, Dia fokus kepada kehendak Bapa-Nya (Yohanes 4 : 34).  Dia tahu kehendak Bapa-Nya dan konsisten untuk melakukannya, walaupun sepertinya Dia tidak layak menerima perlakuan yang seperti itu.  Ingatkah saudara cerita waktu Yesus akan disalib, bukankah Dia menerima ejekan dan siksaan dari orang-orang dan akhirnya Dia mati di kayu salib ?  Apakah Yesus tidak bisa melawan mereka ? Bukankah Dia anak Allah yang berkuasa ?  tentu saja Yesus bisa melakukan semua itu, bahkan Dia bisa membangkitkan orang mati.  Tetapi Yesus tidak melakukannya karena Dia tahu kehendak Bapa-Nya dan itu yang dia lakukan, walaupun dia menderita untuk sesaat, tetapi Kemuliaan telah disediakan Bapa bagi-Nya.  Ketika kita sedang dalam penderitaan, mengalami tekanan di pekerjaan, di sekolah, di keluarga karena kita melakukan kebenaran atau kita sedang mengalami masalah dalam hal keuangan apa yang sering kita lakukan?  kita mengeluh, bingung, minta tolong kepada kawan-kawan, minta diperhatikan dan sebagainya. Bukankah ini yang sering kita lakukan ?  Ketika Yesus menerima siksaan, apakah dia meminta pertolongan orang lain atau malaikat, atau adakah Dia berkeluh kesah (mengeluh)? Tidak.  Kalau kita tahu apa maksud Tuhan dibalik penderitaan/tekanan/masalah yang sedang kita hadapi maka kita tidak akan bingung lagi, kita tidak akan mengeluh, tetapi kita akan menjalaninya dengan anugerah kekuatan dari pada-Nya (I Korintus 10 : 13).
Renungan :
Mengapa Yesus bisa mengetahui kehendak Bapa-Nya dan mengerjakannya dengan akurat ?
Bagaimana saudara melihat hubungan antara Yesus dengan Bapa-Nya?
Bagaimana hubungan saudara dengan Tuhah, Bapa Rohani, dan saudara seiman ?


Kamis, 20 Juli 2017 : Menggenapkan Seluruh Kehendak Allah (Matius 3 : 15)


Kalau kita membaca kisah Yesus dibabtis oleh Yohanes, maka kita menemukan Yohanes pada awalnya menolak untuk membabtis Yesus dengan mengatakan bahwa dirinyalah yang perlu dibaptis oleh Yesus,  namun Yesus berkata: Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah. Bahkan dalam versi bahasa Inggris mengatakan: ...to fulfill all righteousness. Kita tahu sebelumnya waktu Yohanes dan Yesus masih dalam kandungan, Yesus telah membaptis Yohanes dengan baptisan Roh Kudus (Lukas 1:41). Apa yang kita pelajari dari kisah ini adalah bagaimana kita sesungguhnya harus menggenapkan seluruh kehendak Allah, menggenapkan seluruh kebenaran. Menjadi generasi penggenap, itulah yang menjadi tujuan kita. Untuk menjadi generasi penggenap kita harus menyelaraskan seluruh hidup kita pada kebenaran. Kita harus mengetahui kehendak Allah atas hidup kita, atas keluarga kita, atas lingkungan kita, atas kota kita dan atas bangsa kita. Apapun situasinya, bahkan keadaan buruk sekalipun kalau itu merupakan kehendak Allah, maka kita hanya bisa bersyukur, berterimakasih dan menyerahkan sepenuhnya dalam kedaulatanNYA. Kita bisa melihat ketika air bah menimpa dunia ini dan hanya Nuh dan keluarganya yang selamat. Sebagai manusia yang memiliki perasaan, tentu tidak mudah bagi Nuh melihat umat manusia dimusnahkan pada saat itu. Nuh hanya bersyukur dan terus menyelaraskan hidup dan pekerjaannya pada kehendak Allah. Musa diminta Tuhan untuk membebaskan bangsa Israel, tetapi Allah mengeraskan hati Firaun, sehingga proses pembebasan ini harus melalui jalan panjang dan memakan banyak korban melalui tulah-tulah yang ada. Sebagai manusia tentu kadang kita tidak mengerti, tetapi kita harus paham bahwa Dia Tuhan, Dia bergerak sesuai FirmanNYA dan Dia adalah Tuhan yang berdaulat. Kita hanya perlu menyelaraskan diri pada apa yang menjadi kehendak Bapa kita. Kita hanya perlu mengenal Dia dalam seluruh dimensi yang Tuhan miliki. Amin.

Renungan :
Apakah saudara sudah mengetahui kehendak Allah dalam hidup saudara?
Nubuatan atas bangsa kita Indonesia dalam 10  15 tahun kedepan sudah dilepaskan oleh hambaNYA. Ketika hal itu terjadi dan digenapi, dimana posisi kita?
Persiapkan terus hidup kita menjadi generasi penggenap atas seluruh kehendak Allah atas bangsa kita Indonesia.

Jumat, 21 Juli 2017 : Menjadi Sekarakter Dengan Tuhan (Matius 4 : 19 - 20) 


Dalam Matius 4 : 19 - 20  Yesus berkata kepada mereka : "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan.....(Kubuat, Kubentuk) penjala manusia. (20) lalu mereka pun segera meninggalkan jalannya dan mengikuti Dia. Sebelum kita dibuat "MENJADI" = DIJADIKAN BERFUNGSI" Efesus 2:10 “(10) Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. kita harus dibentuk ulang lebih dahulu dari jalan- jalan hidup kita yang lama supaya segambar dengan Kristus, sekarakter dengan Kristus, sifat dasar Illahi menjadi sifat dasar kita. Galatia 5:22-23 kita memiliki buah buah kehidupan yang lahir dari karakter Kristus yaitu Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Ketika Tuhan melihat kita, dan tidak mendapati / tidak cocok dengan gambar dan karakterNya Dia, tidak  terbentuk karakterNya didalam kita, Dia akan berkata : Aku tidak mengenalmu, enyahlah kamu sekalian pembuat kejahatan (matius 7:21-23). Mengizinkan pembentukan Firman di dalam kita adalah hal mutlak yang harus terjadi di dalam hidup kita hari lepas hari, supaya rupa dan gambar Allah menjadi rupa kita.

Perenungan :
1. Latih hidup kita beroperasi seperti Galatia 5:22-23
2. Tinggalkan jalan-jalan kita sendiri dan ikuti jalan-jalan/ cara-cara Tuhan


Sabtu, 22 Juli 2017 : Menjadi Penakluk Mammon (Matius 13:22)


Matius 13:22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Ingat, tidak langsung mati tapi tidak berbuah. Ketika Firman ditaburkan ada roh kekuatiran yang mencekik, membuat Firman itu tidak menghasilkan buah. Kita dikepung dengan berbagai fakta yang negatif. Dalam pemikiran kita bermunculan berbagai kisah kehidupan negatif, kehidupan gagal sehingga mau menolak Firman tidak berani, mau percaya sepenuhnya tapi selama ini tidak pernah terjadi. Sehingga tidak menghasilkan buah. Belum lagi adanya tipu daya kekayaan. Yang dimaksud dengan tipu daya kekayaan adalah berbagai jenis pemikiran yang anda anggap sebagai kebenaran khususnya pemikiran-pemikiran tentang uang yang selama ini orang percayai, yang juga saudara percayai tetapi bertentangan dengan Firman. Membuat saudara akan terus takut merasa kekurangan, merasa takut tidak bisa survive. ooh.. kalau aku hanya punya sedikit artinya aku tidak bisa begini, tidak bisa begitu, tidak bisa begini, tidak bisa begitu.... Engkau selalu berpikir uang selalu membatasi dirimu. Kalau aku punya duit banyak..haleluyaa..aku bisa begini begitu, tapi kalau aku tidak punya uang aku tidak bisa begini, tidak bisa begitu... Itu adalah jalan berpikir keliru. Tuhan membawa kita kepada kondisi kekurangan dengan satu tujuan. Tuhan mengijinkan kita pernah alami masa-masa sulit hanya dengan satu tujuan melatih kita menggunakan kuasa Firman untuk menaklukkan kekurangan, keterbatasan secara finansial yang sedang kita alami sehingga kita bisa menjadi penakluk mammon. Itu tujuan Tuhan. Karena jika Tuhan ingin membawamu memberi impact di luar sana, maka suka tidak suka saudara harus sudah menjadi menaklukkan ketergantunganmu terhadap mammon. Mengapa? Semua yang ada diluar sana, semua yang harus saudara ubahkan punya keterkaitan dengan mammon. Domain apapun.

Renungan : 
Gunakan kuasa Firman untuk menuntaskan pergumulanmu dalam bidang keuangan
Mnta hikmat dari Tuhan untuk memulai perencanaan keuanganmu. 


Minggu, 23 Juli 2017 : Membungkam Kekuatan Musuh (Mazmur 8:2) 


Selama saudara mempunyai ketergantungan terhadap mammon, engkau ingin berbuah disana, tidak akan bisa berbuah. Itu sama saja dengan memotong tangan saudara sendiri. Mengapa? Karena engkau memiliki ketergantungan terhadap mammon. Deklarasikan Ketika dari rumah Tuhan aku dilatih untuk menjadi para penakluk mammon maka Tuhan bisa pakai aku secara efektif untuk bawa perubahan di luar sana. Jadi bisa atau tidak, latih dirimu, ijinkan Firman yang datang menanggulangi tanah hati bersemak duri yang selama ini masih ada dalam hidupmu. Cinta akan uang, cinta akan dunia ini harus ditaklukkan. Cinta akan diri sendiri harus dikalahkan. Pastikan frekuensi hidup kita selaras dengan frekuensi sorga. Bagaimana caranya? Pakai mulut saudara. Itu sebabnya ketika kita belajar Firman tidak boleh ada kita hanya  manggut-manggut, geleng-geleng. Saudara harus mulai pakai mulutmu.

Renungan : 
Deklarasikan Didalam diriku, didalam mulutku, Tuhan telah memberiku kuasa untuk memastikan perjalanan hidupku selalu bertumbuh naik, tidak ada distraction, tidak ada delay, karena pekerjaan musuh yang terjadi dalam hidupku. Aku bisa memastikan atmosfir dalam hidupku bersih dan selalu ada aktivitas pekerjaan Firman dan Roh yang terus terjadi dalam hidupku

Karena ketika saudara membiarkan roh kepasifan terus menguasai hidupmu maka tanpa engkau sadari engkau justru sedang membuat Firman tidak bisa bekerja leluasa dalam dirimu. Jadilah kristen yang aktif dan agresif didalam roh!

 

Saat Teduh

Minggu II - July 2017

 

Senin, 10 Juli 2017 : “Mengerti Pesan Dengan Benar“ (II Samuel 18 : 19 – 32)


Dalam II Samuel 18 : 19 – 32 ini diceritakan tentang 2 orang pembawa pesan untuk raja Daud. Yang pertama adalah orang Etiopia dan yang ke-2 adalah Ahimaas bin Zadok. Mereka berdua berada pada lokasi yang sama dimana terjadi suatu peristiwa dimana Absalom mengalami kematian. Pembwa pesan yang pertama diutus oleh Yoab untuk menyampaikan apa yang dia lihat kepada Raja Daud, dan orang Etiopia itupun berlari menemui Raja Daud. Sedangkan pembawa pesan yang ke-2 Ahimaas bin Zadok meminta kepada Yoab untuk menyampaikan pesan kepada Raja Daud. II Samuel 18 : 22 (NKJV) “And Ahimaas the son of Zadok said again to Joab, “But whatever happens, please let me also run after te Cushite.” So Joab said, “Why will you run, my son, since you have no news ready ?” Dari ayat ini, sebenarnya Yoab ragu kepada Ahimaas, tetapi di ayat selanjutnya Ahimaas mendesak Yoab untuk membiarkan dia pergi kepada Raja Daud, dan Yoab pun mengijinkannya. Tetapi apa yang terjadi ? Walaupun Ahimaas bin Zadok berhasil duluan sampai di hadapan Raja Daud, tetapi dia tidak dapat menyampaikan pesan yang diharapkan oleh Raja Daud bahkan dikatakannya dia tidak tahu apa-apa (II Samuel 18 : 29), sehingga Raja menyuruh dia pergi ke samping dan berdiri di situ.

Dalam perjalanan rohani kita, hal ini mungkin saja terjadi dalam hidup kita. Setiap minggu kita pergi beribadah dan mendengarkan Firman Tuhan yang disampaikan oleh hambanya. Kita melihat dan merasakan bagaimana Roh Kudus bekerja. Kita juga mengikuti menghadiri seminar-seminar dimana Firman Tuhan ditaburkan oleh hamba-Nya. Tetapi seberapa banyak pesan Tuhan yang disampaikan melalui hamba-hamba-Nya itu yang bisa kita mengerti dan mengubahkan hidup kita, sehingga kita bisa menjadi pembawa pesan tentang Kerajaan-Nya kepada orang lain? Jangan kita seperti Ahimaas bin Zadok yang terburu-buru, sehingga dia tidak tahu apa-apa. Jangan ingin cepat-cepat pulang kalau beribadah atau mengikuti seminar. Jangan sepertinya sudah tahu, karena sudah pernah mendengar Firman itu sebelumnya. Tetapi dengarkan lagi, pelajari lagi di rumah Firman tersebut, gali lebih dalam sampai kita mengerti pesan apa yang Tuhan sampaikan melalaui Firman-Nya.

Renungan :
• Mengapa Ahimaas bin Zadok gagal menyampaikan pesan kepada Raja Daud ?
• Mulailah mengulang kembali Firman Tuhan yang telah kita terima, baik di dalam ibadah maupun seminar-seminar, sampai kita mengerti pesan yang Tuhan sampaikan sehingga kita tidak seperti Ahimaas bin Zadok yang disuruh pergi ke samping dan berdiri di situ (II Samuel 18 : 30)

 

Selasa, 11 Juli 2017 : Pembaharuan Pikiran (Roma 12 : 1-3)


Siapa diri kita seringkali dibentuk oleh bagaimana kita berpikir. Ada banyak pemikiran yang dapat muncul dalam diri kita yang dibangun dari pengetahuan, pengalaman dan kondisi sosiologi dalam kehidupan sehari-hari. Interaksi dengan dunia ini banyak membentuk pola berpikir kita, sehingga sering kita berpikir tidak proporsional. Eleaor Roosevelt istri Presiden USA Roosevelt pernah berkata bahwa: “ Small minds discuss people, average minds discuss events, great minds discuss ideas.” Pikiran kecil akan cenderung menghasilkan gosip, pikiran rata-rata akan menghasilkan informasi, dan pikiran besar akan menghasilkan karya atau solusi. Pikiran kecil akan lebih suka menonton infotainment dan sinetron, pikiran rata-rata lebih suka menonton berita dan pikiran besar lebih suka membaca buku-buku inspirasional. Melihat satu peristiwa misalnya sesorang yang berbadan gemuk. Pikiran kecil akan menertawakan si A yang berbadan gemuk dan cenderung mengolok-olok. Pikiran rata-rata akan berkata si A memiliki berat badan 150 kg. Pikiran besar akan berkata supaya si A memiliki berat badan normal, maka harus rajin olah raga, mengurangi porsi makan dan makan makanan yang sehat. Ketiga jenis pikiran tersebut ada pada setiap orang, hanya saja bagaimana mengelola setiap pikiran kita sehingga kecenderungan kita akan berpikir besar tentu perlu latihan dan perjuangan.

Sebagai ciptaaan baru, kita harus berpikir berbeda. Itu sebabnya kata “bertobatlah”( think differently ) diartikan sebagai berubahlah cara berpikirmu. Roma 12:2 berkata: “ And be not conformed to this world; but be you transformed by the renewing of your mind, that you may prove what is that good, and acceptable, and perfect, will of God.” Cara berpikir kita harus dibaharui, tidak dibentuk oleh dunia ini. Kita harus mengalami pembaharuan pikiran. Interaksi kita dengan Firman dan Roh akan membentuk ulang cara berpikir kita. Pikiran kita akan diselaraskan kepada hal-hal yang patut kita pikirkan. Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, itulah yang senantiasa kita pikirkan.


Renungan :
• Dari tiga jenis pikiran (small minds, average minds dan great minds) dimana posisi pikiran kita yang lebih sering?
• Ijinkan terus Firman dan Roh membangun dan membentuk pikiran kita sehingga Pikiran Kristus boleh nyata dalam kehidupan kita.

 

Rabu, 12 Juli 2017 : Pikiran Merupakan Gerbang Roh (Efesus 4:17)


Efesus 4:17 “ Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikiran yang sia-sia.”

Pernahkah kita alami, saat kita berada di suatu tempat katakan lah di Gereja, namun pikiran kita menjelajah ke sebuah tempat lain misalnya ke rumah mengingat di rumah ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, sehingga ketika Firman Tuhan disampaikan, kita menjadi tidak satu frekuensi dengan si hamba Tuhan karena kita sedang memikirkan hal yang berbeda. Tubuh kita bisa berada satu tempat namun pikiran kita sudah menjelajah ke belahan bumi yang lain. Kalau kita renungkan setiap hari, apa sih yang ada dalam pemikiran saya? Hal apa yang sering saya pikirkan? Benar, ternyata pikiran memiliki dimensi, pemikiran kita bisa membuka gerbang-gerbang roh. Setiap keputusan di mulai dari pemikiran, apakah kita membuka pemikiran buat hal-hal yang Ilahi atau daging. Sebenarnya pemikiran kita dapat kita kontrol atau ditertibkan , masalah nya ada pada kita apakah kita mau atau membiarkan pemikiran kita membawa hal yang sia-sia. Pusat kekuatan ataupun kelemahan kita berada dalam pemikiran, jika sebuah masalah yang kita hadapi, di pemikiran kita langsung berkata” susah, tidak ada jalan keluar, buntuuuuu”. Kita percayai bahwa itulah yang terjadi, namun jika kita dapat melihat bahwa tidak ada masalah yang tidak mempunyai jalan keluar , kita akan tampil sebagai seorang yang kuat, tidak menyerah sampai akhirnya dapat menemukan jalan keluar. Orang yang kuat, tangguh pastilah karena memiliki pemikiran yang kuat. Pemikiran yang kuat, dapat kita miliki jika kita mengalami pembaharuan dalam pemikiran. Pemikiran harus terus diperbaharui supaya memiliki pemikiran yang sama dengan Kristus. 2 Korintus 10:5 “Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah.Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus”. Pikiran yang telah diperbaharui yang dapat menaklukkan segala benteng-benteng, tipu daya dari si Musuh. Pikiran yang telah diperbaharui adalah pikiran yang ditertibkan sesuai dengan Kebenaran/Firman yang mendatangi kita. Pikiran yang diperbaharui akan membawa kita kepada pengenalan akan Tuhan yang akurat, bahkan dapat mendeteksi hal-hal yang tersembunyi, segala sesuatu menjadi mungkin, memiliki karakter yang kuat “pantang menyerah”.

Perenungan:
• Renungkan hal-hal apa saja yang kita pikirkan sepanjang hari, cek apakah kita terhanyut dengan pikiran yang sia-sia atau senantiasa menyelaraskan diri dengan pikiran Kristus.
• Menurutmu apakah cara atau langkah-langkah yang harus kita lakukan agar pikiran kita menjadi gerbang roh Kebenaran.
• Buang /halau langsung jika pikiran yang sia-sia mencoba memasuki alam pikiran kita.

 

Kamis, 13 Juli 2017 : Pemikiran Yang Dibaharui Akan Mengubah Cara Kita Bertindak (Roma 12: 2)


Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
And be not conformed to this world: but be ye transformed by the renewing of your mind, that ye may prove what is that good, and acceptable, and perfect, will of God.

Tuhan menginginkan kita tahu kehendaknya dan hidup di dalamnya. Namun untuk itu kita dituntut untuk memiliki pikiran yang telah dibaharui oleh kebenaran sehingga kita kita bisa hidup di dalam kebenaran. Kita diubahkan ketika kita memiliki pemikiran yang dibaharui. Adalah tugas kita untuk terus melatih pikiran kita beroperasi sesuai dengan perkataan Tuhan. Pikiran kita harus ‘dipaksa’ untuk mengikuti pola pikir dari perkataan Tuhan. Pola pikir yang lama yang terbentuk dari masa lalu kita di dalam keluarga, ketika kita masih hidup dalam dosa, ketika yang kita percayai philosophy dunia ini harus digantikan dengan pola pikir yang baru dari sorga.

Fil 4:8
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Ini menjadi makanan dari pikiran kita yang mau dibaharui, sehingga pola-pola yang lama digantikan dengan kebenaran. Pemikiran yang dibaharui akan mengubah cara kita bertindak. Tindakan yang kita lakukan akan selalu didasari oleh kebenaran yang telah kita terima dalam pikiran dan hati kita. Sehingga kita menjadi pohon yang selalu berbuah dan apa saja yang engkau perbuat berhasil, demikian janji Tuhan.

Renungan:
• Mari terus cek cara kita berpikir apakah memikirkan hal-hal yang dari surga atau hal-hal yang dari dunia!
• Pikiran kita harus terus diubahkan sehingga kita mengerti kehendak Allah
• Terus konsisten untuk mengimajinasikan perkataan Tuhan dengan segala cara yang bisa kita lakukan.
• Pikiran yang telah dibaharui akan otomatis mengubah pola kehidupan kita

 

Jumat, 14 Juli 2017 : Mampu Membedakan Manakah Kehendak Allah Dan Yang Berkenan Kepadanya (Roma 12:2)

Dalam perumpamaan tentang "PENABUR" (matius 13) itu tidaklah berbicara tentang kita, tetapi tentang Si penabur itu sendiri, apa yang menjadi isi hati, maksud dan tujuannya. Dan yang perlu kita miliki dan sediakan adalah tanah hati yang baik. Karena ketika kita menjadi tanah hati yang baik untuk Tuhan maka kita akan memiliki suatu kemampuan untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan benih yang di tabur di dalam kita yaitu Firman yang mendatangi kita dan kita akan mengetahui apa yang akan kita lakukan.

Artinya bahwa ketika kita mendengar Firman tanpa ada yang mengajari kita, kitapun tau apa yang harus kita laukan (Ibrani 8:11) : dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan : Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.

Hal ini adalah satu level yang harus ter upgrade dalam kehidupan kita, dimana kita mampu mengenali apa yang menjadi kehendak Tuhan dan yang berkenan kepadaNya.

Jika kita tidak tahu apa maksud si penabur tentang benih Firman yang kita dengar maka :
1. Kita akan memahaminya dari level manusiawi kita yang belum diubahkan, akan kita ambil Firman itu untuk kebutuhan kita, sehingga salah maka kita tidak bisa mengikuti jalanNya Tuhan.

2. Kita akan merasa banyak tahu tentang Firman tetapi tidak berbuah.
cth. Kita tahu bahwa kita harus mengampuni, tetapi jika masih sulit mengampuni, sebenarnya kita tidak memiliki roh pengampunan itu, karena sekiranya itu ada didalam kita maka kita mudah mengampuni.

Renungan :
• Milikilah Firman dan bukan sekedar tahu Firman
• Buat aksi nyata sepanjang hari ini agar Firman menjadi milikmu

 

Sabtu, 15 Juli 2017 : Mengapa Damai Itu Harus Menjagai Hati Kita? (Filipi 4:7)


Karena apa yang ada dalam hatimu adalah apa yang engkau pikirkan sebagaimana seseorang berpikir dalam hatinya. Sebetulnya pemikiran itu tidak dimulai dari pikiran tapi dimulai dari hatimu. Kalau saudara kehilangan damai sejahtera, kalau engkau pergi bekerja tiap hari apa yang terjadi dalam hidupmu, apa yang terjadi atas kota ini seringkali 95 % saudara kehilangan damai sejahtera. Itu sebabnya kita tidak bisa membangun. Tapi Tuhan sedang mengutus hambaNya. Mengapa Tuhan utus hambaNya? Untuk mengubah kota ini. Ayo mulai latih diri kita selalu menikmati damai sejahtera dari Tuhan. Bagaimana engkau tahu engkau kehilangan damai? Saudara memikirkan hal yang aneh-aneh, yang keliru. Saudara mulai berpikir tentang ketakutan. Saudara mulai memikirkan tentang posisi. Saudara memikirkan untuk kecukupan esok hari. Saudara kehilangan damai sejahtera. Tapi ketika saudara belajar untuk melakukan apa yang engkau dengar hari ini dan mulai mempraktekkannya, maka engkau akan mulai bertumbuh dan posisi rohani/manusia rohanimu akan lebih tinggi lagi.

Renungan :
• Apakah damai sejahtera masih melanda hidupmu?
• Cukupkan dirimu dengan damai sejahteraNya

 

Minggu, 16 Juli 2017 : Kotbah Papa Jonathan Juni 2017


Kita sekarang sedang ada pada masa yang tepat untuk menyentuh perkara-perkara yang supranatural. Sebab itu penting sekali untuk membangun waktu penyembahan yang kuat. Sebab tanpa penyembahan maka tidak akan turun hujan roh. Dan tanpa turun hujan roh maka tidak akan masa buat menyemai bibit yang mau ditanam. Dan tanpa ada bibit yang siap ditanam maka tidak mungkin kita bisa menemukan apa yang menjadi rencana Allah bagi kita. Benih hanya akan tinggal menjadi benih yang tidak siap ditanam. Dan apabila benih tidak ditanam maka tidak akan ada pohon yg akan tumbuh. Benih belum bisa dinikmati hasilnya sampai benih tumbuh menjadi pohon yg dapat berbuah.

Renungan :
• Mari bergerak sesuai dengan musim-musim surga
• Susun prioritas saudara sesuai agenda surga

 

Minggu I - July 2017

Senin, 03 Juli 2017 : Tidak Ada Kesulitan Untuk Mendengar Suara Tuhan (Wahyu 14 : 2)

""Wahyu 14 : 2...Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dasyat. Dan suara yang ku dengar itu seperti bunyi pemain kecapi yang memetik kecapinya""" Standar Gereja adalah mudah mendengar suara Tuhan. Seharusnya hal itulah yang harus terbangun dalam hidup kita sehari hari, karena dikatakan seperti desau air bah yang artinya dari kejauhan juga terdengar, dan seperti bunyi pemain kecapi yang memetik kecapinya. Suara kecapi itu halus, tetapi walaupun suara kecapi itu halus dan kecil, kita bisa mendengarnya drngan sangat jelas, kalau begitu maka bagi Gereja tidak ada lagi yang tersembunyi, dan tidak ada lagi yang rahasia. Tetapi jika kita sudah mendengar suara Tuhan jangan keraskan hatimu. Yang kita perlukan adalah beri waktu kepada Tuhan, miliki kehausan dan kelaparan akan Firman Kebenaran supaya kita bisa mendengar dengan jelas suaraNya, kita bisa melihat dengan jelas tuntunanNya. Karena Firman itu adalah terang manusia, semuanya terang maka kita bisa melihat dan mengikuti tuntunanNya dengan akurat, sehingga kita tau apa yang harus kita lakukan karena disana tidak ada kegelapan yang membuat kita buta, tidak bisa melihat jalan-jalan Tuhan, sehingga kita terantuk/ tersandung.

Renungan :
Disiplin dirimu untuk mempelajari, mengulang ulang, membuat pertanyaan dari setiap Firman yang kita dengar melalui kotbah2/ sesi-sesi bapa rohani kita. Karena itu akan membentuk atmosfir Tuhan atas kita, dan akan membuat rasa haus dan lapar akan Tuhan lebih lagi, lebih lagi dan lebih lagi.

 

Selasa, 04 Juli 2017 : Prepare The Good Ground (Mat 13:11)

Kita harus menyiapkan tanah hati yang baik untuk dapat ditanami benih firman yang terbaik oleh Sang Penabur. Akan sangat disayangkan jika benih unggul yang ditabur oleh Sang Penabur hanya jatuh di pinggir jalan, di tanah berbatu, atau tanah yang penuh semak duri. Benih dari Sang Penabur adalah benih unggul yang dapat tumbuh, berkembang, memnghasilkan bunga, dan menghasilkan buah. Firman kebenaran yang adalah benih unggul yang ditabur oleh Sang Penabur (para hamba Tuhan) memerlukan tanah hati yang subur untuk dapat menghasilkan buah kehidupan yang diperlukan. Marilah kita menyiapkan tanah hati yang terbaik untuk benih firman kebenaran dapat tumbuh menjadi daging dan kehidupan bagi kita, bagi kota, bagi bangsa, dan bagi banyak orang. Waktunya telah tiba. Saat perubahan atas kota dan bangsa telah tiba. Bersiaplah untuk perubahan terjadi. Benih kebenaran yang telah bertumbuh di tanah hati yang baik akan membebaskan, melepaskan, memberikan kehidupan bagi setiap orang. Amin

Renungan : Apakah saya sudah menyiapkan tanah hati yang terbaik buat benih yang akan ditabur oleh Sang Penabur? Untuk apa saya harus mempersiapkan tanah hati yang terbaik?

 

Rabu, 05 Juli 2017 : Buang Pola Lama (Roma 12:2)

Dari mulai kita anak-anak, remaja sampai dewasa yang sering terjadi adalah secara sadar atau tidak sadar lingkungan, apa yang kita lihat, apa yang kita rasakan, apa yang kita dengar telah membentuk sebuah pola dalam kehidupan kita. Di lingkungan keluarga batak telah terbangun sebuah pola hidup keras, banyak harta kerabat pun datang tak ada harta famili menjauh (pola hubungan) ,banyak bicara baru seperti merasa berharga, ingin menonjol supaya merasa dihormati. Seorang tukang jahit, yang akan membuat sebuah baju/gaun , yang pertama dia buat adalah polanya. Jika tujuan nya membuat gaun/baju maka pola yang digambar si tukang jahit adalah berbentuk baju/gaun, bukan pola celana. Jika pola sudah terbentuk dengan mudahnya dan cepat baju/gaun yang diinginkan sudah jadi. Dari awal ketetapan Tuhan buat gereja NYA, yang Tuhan inginkan bagi kita adalah terbentuk pola Ilahi yang berasal dari sorga bagi kehidupan kita. Pola Ilahi dapat terbentuk jika kita mau menerima FirmanNYA, kebenaranNYA, Roh NYA. Akibat pola dunia yang sudah terbentuk dalam kita, susah untuk pola Ilahi terbentuk karena itu pola dunia harus dibuang /dikubur agar pola yang original yang Ilahi dapat ditanam/dibentuk dalam kehidupan kita. Roma 7:13-25 menyatakan ada hukum lain yang bekerja di dunia ini yaitu hukum daging, harusnya yang bekerja adalah hukum roh. Tuhan katakan” jangan lah menjadi serupa dengan dunia ini”, berarti ada dua pilihan , apakah kita mau hidup di bawah hukum roh atau hukum daging. Jika kita hidup di bawah hukum roh, otomatis hukum daging akan mati, demikian pula jika kita hidup di bawah hukum daging tidak mungkin kita dapat hidup di bawah kuasa hukum roh. I Yohanes 2:17 “ Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.” Biarlah roh kita tetap menyala-nyala agar pola yang lama dapat dibuang dari kehidupan kita, karena tidak ada gunanya pola lama itu dipertahankan karena itu akan membawa kebinasaan. Namun Roh yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut (Roma 8:2). Biar lah pola Ilahi terbentuk Yaitu: hubungan “adalah pola ikat janji” bukan karena ingin memperoleh suatu manfaat, pola pengorbanan seperti apa yang Tuhan Yesus kerjakan bukan karena ingin sebuah imbalan tapi lahir dari ketulusan hati, pola memberi seperti yang diajarkan Yesus lewat pemberian seorang janda miskin, pola berkeluarga, pola mendidik anak, pola bekerja biar lah itu lahir dari roh yaitu pengenalan kita akan Tuhan.


Renungan :
Buat lah ketetapan hati untuk membuang semua pola lama, kita butuh Roh Kudus untuk menyingkapkan nya, mungkin apa yang kita anggp baik namun bukan berasal dari roh.
Kita tingkatkan pola hubungan dalam rumah rohani yaitu pola ikat janji dan pengorbanan.

 

Kamis, 06 Juli 2017 : Mengetahui Agenda Tuhan (Matius 25: 35)

Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.
Ada kondisi dimana kita harus senantiasa siap sedia untuk agenda Tuhan, jangan sampai kita menjadi orang-orang yang tidak mengetahui agenda-agenda Tuhan dan hidup dalam agenda-agenda pribadi. Orang-orang yang mengetahui agenda Tuhan disebutkan adalah domba-domba yang Tuhan tempatkan di sebelah kanan-Nya. (Mat 25:33). Sementara orang-orang benar yang tidak mengetahui agenda Tuhan disebutkan sebagai kambing-kambing yang ditempatkan di sebelah kiri-Nya. Bagaimana dengan hidup kita? Apakah ketika nanti dipisahkan kita menjadi bagian dari domba-domba yang hidup dalam agenda dari sang Raja? Kita harus pastikan kita menjadi bagian dari domba-domba yang Tuhan tempatkan di sebelah kanan-Nya. Bagaimana kita mengetahui agenda Tuhan? Mari terus up grade level rohani kita sehingga semakin dewasa memiliki indra rohani yang tajam menangkap suara dari sang Raja. Sedangkan kambing-kambing mendapat bagian masuk ke dalam tempat penyiksaan yang kekal. Ketika kita hidup dalam rumah rohani ada agenda-agenda rumah, kita harus terhisap ke dalamnya. Jangan menjadi orang-orang yang tidak mendukung agenda-agenda di dalam rumah. Untuk senantiasa mampu mengikuti agenda di dalam rumah tentunya kita harus semakin memiliki kapasitas yang diperbesar. Kita menjadi orang-orang yang terus Tuhan tambahkan kekuatan karena kita menjadi orang-orang yang bersungguh-sungguh hati kepada-Nya. Yang pasti Tuhan akan menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan untuk kita terus mengikuti perjalanan rohani bersama-sama di dalam rumah. Tuhan tidak pernah berhutang kepada kita ketika kita memberikan seluruh hidup kita untuk agenda kerajaan-Nya.

Renungan:
1. Apa kita sudah hidup dalam agenda kerajaan, mari coba cek hidup setiap kita?
2. Tuhan menuntut kita untuk senantiasa mengetahui dan hidup di dalam agenda kerajaan surga.
3. Apa saja yang senantiasa engkau kerjakan untuk mengup grade level rohanimu? Apakah engkau konsisten melakukannya?
4. Tuhan senantiasa memberikan penyediaan di dalam rumah rohani, sehingga tidak ada kekurangan untuk setiap orang yang hidup dalam agenda kerajaan.

 

Jumat, 07 Juli 2017 : Orang Strategis Mengetahui Masa dan Waktu (1 Tawarikh 12 : 32)

Mengetahui masa dan waktu adalah sesuatu yang sangat strategis dalam kehidupan kita. Seluruh alam semesta sedang bergerak dalam dimensi waktu yang Tuhan sudah tetapkan. Dalam hal yang natural sekalipun Tuhan sudah menetapkan hukum-hukum waktu. Segala sesuatu yang kita lakukan apabila sesuai dengan masa dan waktu yang tepat, maka akan menghasilkan hasil yang optimal. Ketika kita makan tepat waktu, minum tepat waktu, istirahat tidur tepat waktu, berolahraga tepat waktu, maka kita akan mendapati tubuh yang sehat dan bugar. Seorang nelayan harus mengetahui waktu untuk melaut untuk mendapatkan tangkapan yang baik. Seorang petani harus mengetahui waktu untuk bercocok tanam agar mengasilkan tuaian yang maksimal. Seorang trader harus mengetahui kapan waktu membeli dan kapan waktu untuk menjual. Seorang pelajar harus mengetahui kapan waktu untuk belajar dan kapan waktu untuk bermain. Seorang petinju harus mengetahui kapan waktu untuk menyerang dan kapan waktu untuk bertahan.

Semua ada waktunya agar menghasilkan keoptimalan. Dalam 1 Taw 12:32 mencatat bahwa bani Isakhar mempunyai pengertian tentang saat-saat yang baik, sehingga orang Israel mengetahui apa yang harus diperbuat. Mereka adalah orang – orang strategis yang mengerti masa dan waktu. Bahkan Amsal 25:11 berkata: “Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.”

Bagaimana caranya agar kita dapat mengetahui masa dan waktu? Sebagai ciptaan baru tentu kita harus terhubung dengan Sang Pemilik Waktu tersebut. Mazmur 90:12 berkata: “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” Menghitung hari-hari maksudnya adalah menghitung waktu-waktu atau masa-masa yang sudah dan sedang kita jalani, apakah agenda kita sudah terhubung dengan agenda Kerajaan Sorga. Agenda kita harus selaras dengan agenda Kerajaan Sorga, sehingga hidup kita akan senantiasa diliputi hati yang bijaksana, dan kita memperoleh tuaian yang maksimal. AMIN

Renungan :
Seberapa banyak kita pernah gagal karena tidak akurat dalam mengetahui masa dan waktu dalam kehidupan kita?
Pastikan agenda kita selaras dengan masa dan waktu dalam agenda Kerajaan Sorga, sehingga kita menjadi orang-orang strategis yang akan mengeksekusi setiap Firman dan Perkataan Tuhan dalam hidup kita.

 

Sabtu, 08 Juli 2017 : To Know (Matius 13:10-12)

“Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?" Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.” Murid-murid datang kepada Yesus dan mengajukan pertanyaan. Dalam kultur orang Yahudi, mereka belajar dengan cara mengajukan pertanyaan. Dengan mengajukan pertanyaan artinya saudara berpikir. Murid-murid datang kepada Yesus dan mengajukan pertanyaan “kok Yesus memberi perumpamaan ya?” Lalu Yesus mulai menjelaskan “untuk bisa menjelaskan hal-hal rohani kepadamu Aku harus menggunakan perumpamaan. Tapi untuk engkau bisa membuka rahasianya ada di ayat 11 “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga...” Apa yang diberikan kepada kita? Alkitab bahasa Inggris mengatakan “to know” (untuk mengetahui). Yesus memberikan kotbahnya lewat perumpamaan karena Tuhan akan memberikan kepadamu kemampuan untuk mengetahui. Ini artinya adalah ketika engkau mendengar Firman, tanpa ada seorangpun yang mengajarimu maka engkau akan tahu apa yang harus engkau lakukan.

Renungan :
Roh pengertianlah yang dihilangkan dari manusia pertama di taman Eden. Bagaimana cara saudara agar roh pengertian mendatangimu?
Cari dan temukan Dia sampai engkau mendapat pewahyuan baru tentang Firmannya tersebut.

 

Minggu, 09 Juli 2017 : “Original Nature” (Amsal 6:6; Lukas 12:24)


Tuhan mengatakan lihatlah burung di langit. Burung-burung tahu apa yang harus mereka lakukan. Mereka tahu membangun sarang. Tida ada yang mengajari mereka. Kalau saudara lihat ikan, ada ikan salmon. Sebelum ikan salmon mati, mereka akan berenang melawan arus dan akan pergi ke tempat dimana mereka dilahirkan. Lalu akan menelurkan telur mereka disana. Setelah itu ikan salmonnya mati. Bagaimana mereka tahu itu? Apakah Alkitab mengatakan? Lihatlah semut. Tidak ada yang menjadi pemimpin disana. Mereka tahu apa yang harus dilakukan. Mengapa? Karena ketika Allah menciptakan semua, Ia memberikan mereka sebuah nature, sebuah kehidupan. Mereka tahu apa yang harus dilakukan sehingga tidak perlu diajari lagi. Mereka punya insting dasar (basic instinct). Ketika benih penabur itu masuk kedalam hidupmu, kita harus menjadi tanah hati yang terbaik. Maka kita juga akan tahu apa yang harus kita lakukan. Binatang saja tahu apa yang harus dilakukan. Mereka tidak perlu pergi sekolah. Tapi seringkali manusia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Mengapa? Karena manusia jatuh dalam dosa. Binatang-binatang tidak pernah melakukan dosa.

Renungan :
Coba pahami dan renungkan hal ini dengan mendalam.
Tindakan apa yang harus saudara perbuat agar nature Allah dalam diri saudara dapat termanifestasi dengan benar?

 



Home  /  Contact
© Copyright 2017 sahabatkotatim